kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45862,44   -0,26   -0.03%
  • EMAS918.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.15%
  • RD.CAMPURAN 0.00%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Inggris melarang penerbangan langsung dari UEA


Jumat, 29 Januari 2021 / 11:11 WIB
Inggris melarang penerbangan langsung dari UEA
ILUSTRASI. corona di Inggris. REUTERS/Tobuy Melville

Sumber: Reuters | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - LONDON / SYDNEY. Inggris melarang penerbangan penumpang langsung ke dan dari Uni Emirat Arab mulai Jumat. Kebijakan ini berarti menutup rute maskapai internasional tersibuk di dunia dari Dubai ke London.

Inggris mengatakan pihaknya menambahkan Uni Emirat Arab, Burundi, dan Rwanda ke daftar larangan perjalanan virus corona karena kekhawatiran atas penyebaran varian COVID-19 yang lebih menular dan berpotensi kebal vaksin yang pertama kali diidentifikasi di Afrika Selatan.

“Ini berarti orang yang telah masuk atau transit melalui negara-negara ini akan ditolak masuk, kecuali warga negara Inggris, Irlandia dan negara ketiga dengan hak tinggal yang harus mengisolasi diri selama sepuluh hari di rumah,” Menteri Transportasi Inggris Grant Shapps mengatakan di Twitter Kamis.

Emirates dan Etihad Airways mengatakan di situs web mereka bahwa mereka akan menangguhkan semua penerbangan penumpang Inggris mulai pukul 1300 GMT pada hari Jumat ketika larangan tersebut berlaku.

Baca Juga: Menlu AS: Washington tolak klaim berlebihan Beijing di Laut China Selatan

Bandara Dubai, dalam sebuah pernyataan, menyarankan penumpang yang memesan penerbangan yang akan tiba di Inggris setelah larangan berlaku untuk tidak pergi ke bandara dan menghubungi maskapai penerbangan mereka.

Departemen transportasi Inggris menyarankan warga negara Inggris yang saat ini berada di Uni Emirat Arab untuk menggunakan rute maskapai penerbangan komersial tidak langsung jika mereka ingin kembali ke Inggris.

Karena penutupan perbatasan yang disebabkan oleh COVID-19, Dubai ke London adalah rute internasional tersibuk di dunia pada Januari dengan jadwal 190.365 kursi selama sebulan, menurut penyedia data maskapai OAG.

Emirates dan Etihad biasanya membawa sejumlah besar penumpang yang terhubung dari Inggris ke tujuan seperti Australia melalui hub bandara mereka, yang berarti keputusan untuk membatalkan penerbangan tersebut akan memiliki implikasi yang luas.

Pemerintah Australia mengatakan akan menambah lebih banyak penerbangan charter dari Inggris jika diperlukan sebagai akibat dari pembatalan Emirates dan Etihad. 

Selanjutnya: Waspada! WHO bilang varian baru Covid-19 menyebar cepat di puluhan negara

 




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Virtual Selling: How to win sales remotely Optimasi alur Pembelian hingga pembayaran

[X]
×