kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.796.000   -3.000   -0,11%
  • USD/IDR 17.358   4,00   0,02%
  • IDX 6.957   -144,42   -2,03%
  • KOMPAS100 936   -21,42   -2,24%
  • LQ45 669   -14,80   -2,16%
  • ISSI 251   -4,43   -1,74%
  • IDX30 373   -6,79   -1,79%
  • IDXHIDIV20 458   -7,34   -1,58%
  • IDX80 105   -2,51   -2,34%
  • IDXV30 134   -2,24   -1,64%
  • IDXQ30 119   -2,51   -2,07%

Inggris naikkan level ancaman terorisme


Rabu, 24 Mei 2017 / 07:25 WIB


Sumber: Reuters | Editor: Sanny Cicilia

MANCHESTER. Kepolisian Inggris telah mengidentifikasi pelaku bom bunuh diri di Manchester Arena, Inggris, yang menewaskan 22 orang termasuk anak-anak. Bom ini meledak di tengah pertunjukan konser musik Ariana, Senin malam (22/5). 

Pelaku tersebut, Salman Abedi masih berusia 22 tahun. Kepolisian Inggris enggan memberi detail lebih jauh mengenai Abedi. Tapi, seorang sumber pejabat AS yang mendapat informasi dari pejabat intelijen Inggris, Abedi lahir di Manchester tahun 1994 dari orang tua asal Libya. Abedi diyakini naik kereta dari London sebelumnya. 

Inggris menaikkan level ancaman menjadi "kritis" atau genting (critical) dari sebelumnnya "parah" (severe) setelah serangan tersebut. 

"Prioritas kami saat ini memastikan apakah dia bekerja sendiri atau bagian dari jaringan yang lebih besar," kata Kepala Polisi Manchester, Ian Hopkins, dikutip Reuters.

Perdana Menteri Inggris Theresa May menyebut tindakan terorisme ini pengecut. "Tindakan sangat pengecut, dengan sengaja menyasar anak-anak dan kaum muda yang tidak berdaya," kata May.

Insiden mematikan ini merupakan yang terbesar setelah kejadian bom bunuh diri Inggris di sistem transportasi London tahun 2005 silam, yang menewaskan 52 orang. 




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×