Inggris Tuding Putin Rekrut Pasukan dari Penjara untuk Berperang di Ukraina

Rabu, 13 Juli 2022 | 00:30 WIB Sumber: Evening Standard
Inggris Tuding Putin Rekrut Pasukan dari Penjara untuk Berperang di Ukraina


KONTAN.CO.ID - Presiden Rusia, Vladimir Putin diduga merekrut tentara dari penjara karena kesulitan mengganti pasukan yang tewas atau terluka di Ukraina, kata kepala pertahanan Inggris, Selasa (12/7).

Mereka percaya bahwa setidaknya 20.000 personel militer Rusia telah tewas di Ukraina sejak Putin melancarkan invasi pada 24 Februari 2022.

Tiga sampai empat kali lebih banyak tentara Rusia diperkirakan terluka atau tidak mampu, dengan pasukan Ukraina juga menderita kerugian besar.

Dalam pembaruan intelijen terbarunya, Kementerian Pertahanan Inggris di London mengatakan: “Kekurangan personel Angkatan Bersenjata Rusia mungkin memaksa MOD Rusia untuk beralih ke rekrutmen non-tradisional. Ini termasuk merekrut personel dari penjara Rusia untuk Perusahaan Militer Swasta Wagner.

Baca Juga: Korban Tewas di Kawasan Apartemen yang Diroket Rusia Bertambah Menjadi 31 Orang

“Jika benar, langkah ini kemungkinan menunjukkan kesulitan dalam mengganti sejumlah besar korban Rusia,” ujar Kemenhan Inggris.

Inggris, Amerika Serikat (AS), dan sekutu lainnya sedang berperang melawan Rusia, dan klaim tentang perekrutan dari penjara ini dengan hati-hati ditulis sebagai bukan klaim yang tegas.

Namun, informasi yang keluar dari Kremlin bahkan lebih dipertanyakan mengingat bahwa Kremlin bahkan belum mengakui bahwa invasi telah terjadi dan penolakannya terhadap serangan udara dan artileri yang menghantam wilayah sipil tampaknya tidak dapat dipercaya.

Pengarahan Kementerian Pertahanan Inggris menambahkan: “Pasukan Rusia terus membuat keuntungan teritorial tambahan kecil di oblast Donetsk dengan Rusia mengklaim telah menguasai kota Hryhorivka.

Baca Juga: Keterlibatan Tingkat Tinggi Penting, Joe Biden & Xi Jinping Diperkirakan Akan Bertemu

“Pasukan Rusia juga melanjutkan serangan mereka di sepanjang rute pasokan utama E-40 menuju kota Slovyansk dan Kramatorsk.

“Pasukan Rusia kemungkinan akan mempertahankan tekanan militer pada pasukan Ukraina sambil berkumpul kembali dan menyusun kembali serangan lebih lanjut dalam waktu dekat.”

Editor: Noverius Laoli

Terbaru