kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.564.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.020   -37,00   -0,20%
  • IDX 5.205   208,02   4,16%
  • KOMPAS100 667   36,47   5,78%
  • LQ45 520   31,26   6,40%
  • ISSI 178   5,95   3,45%
  • IDX30 292   19,12   7,00%
  • IDXHIDIV20 383   26,10   7,31%
  • IDX80 77   4,37   6,04%
  • IDXV30 107   6,14   6,10%
  • IDXQ30 97   6,77   7,54%

Korban Tewas di Kawasan Apartemen yang Diroket Rusia Bertambah Menjadi 31 Orang


Selasa, 12 Juli 2022 / 12:28 WIB
ILUSTRASI. Bangunan apartemen yang rusak akibat serangan militer Rusia di Kota Chasiv Yar, Donetsk, Ukraina, 10 Juli. REUTERS/Gleb Garanich


Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - CHASIV YAR. Korban tewas di apartemen yang terletak di Kota Chasiv Yar, Donetsk, bertambah menjadi 31 orang, Presiden Ukraina Vlodomyr Zelensky melaporkan pada Senin (11/7).

Sampai saat ini tim penyelamat masih berusaha mencari korban yang tertimpa reruntuhan. Dilansir dari Reuters, setidaknya dua lusin warga sipil masih terperangkap sejak Sabtu (9/7) lalu. Awal pekan ini 9 orang di antaranya telah berhasil diselamatkan.

Menurut para saksi mata, setidaknya ada tiga serangan yang terdengar dan langsung menghantam bangunan apartemen mereka.

Kepala Staf Kepresidenan Ukraina Andriy Yermak mengecam keras serangan tersebut dan menyebutnya sebagai serangan teroris. Yermak bahkan meminta agar Rusia ditetapkan sebagai negara teroris.

Baca Juga: Pasukan Rusia Mulai Gempur Donetsk, Fokus di Kota Sloviansk dan Kramatorsk

Pakar militer menilai, Rusia sengaja melakukan serangan seperti itu untuk membuka jalan bagi pasukan baru yang melintas dari darat. Setelah mengeklaim berhasil menguasai Luhansk, kini pasukan Rusia memang fokus menaklukkan Donetsk.

Provinsi Luhansk dan Donetsk, atau disebut wilayah Donbas, dikendalikan oleh separatis yang didukung Rusia sejak tahun 2014. Bahkan, sebelum invasi dimulai akhir Februari lalu, Rusia telah mengakui kedaulatan atas Republik Rakyat Luhansk dan Republik Rakyat Donetsk.

Pada Senin, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan, dia bertujuan untuk menyerahkan kendali Donbas kepada separatis. Putin juga melonggarkan aturan bagi Ukraina untuk memperoleh kewarganegaraan Rusia.

Baca Juga: Roket Rusia Menghantam Apartemen di Donetsk, 15 Warga Sipil Dilaporkan Tewas




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×