kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Ingin jadi permaisuri, Raja Thailand copot gelar selir Sineenat Wongvajirapakdi


Selasa, 22 Oktober 2019 / 17:52 WIB

Ingin jadi permaisuri, Raja Thailand copot gelar selir Sineenat Wongvajirapakdi
ILUSTRASI. REFILE - ADDING RESTRICTIONS King Maha Vajiralongkorn and his consort, General Suthida Vajiralongkorn named Queen Suthida attend their wedding ceremony in Bangkok, Thailand May 1, 2019. Picture taken May 1, 2019. Thailand Royal Household via REUTERS THIS


KONTAN.CO.ID -BANGKOK. Raja Thailand Maha Vajiralongkorn mencabut pencabutan gelar kerajaan kepada selirnya: Sineenat Wongvajirapakdi. Kabar yang beredar, pencopotan gelar dipacu ambisi sang selir ingin menjadi permaisuri serta ada dugaan upaya kudeta penunjukan penunjukan Ratu Suthida Vajiralongkorn na Ayudhya.

"Aksi kudeta ke sang ratu tidak menunjukkanpenghormatan pada raja sekaligua ia tidak memahami tradisi kerajaan," demikian keterangan yang dirilis istana. Apalagi, aksi ini juga menyebabkan perpecahan di keluarga kerajaan dan publik.  

 Dikutip dari berbagai sumber, berpangkat mayor jenderal, Sineenat  mendapat gelar Chao Khun Phra atau selir kerajaan, akhir Juli  2019 lalu. Gelar tersebut diberikan bertepatan dengan ulang tahun Raja Vajiralongkorn ke-67. Gelar ini juga mengkukuhkan   mantan perawat kerajaan berusia 34 tahun itu menjadi perempuan pertama yang mendapat gelar Chao Khun Phra dalam 100 tahun terakhir.

Akhir Agustus lalu, foto Sineenat dan Raja Vajiralongkorn dalam berbagai kesempatan dipublikasikan situs istana.  Ada lebih dari 60 foto dan biografi setebal 46 halaman  memperlihatkan hubungan mereka.

Lahir di Provinsi Nan di utara Thailand,  Sineenat lulus dari Sekolah Perawat Militer. Ia juga mendapat latihan sebagai pilot, serta mengabdi di unit penjaga raja sebagai jenderal bintang dua. Penyuka sepeda dan penerbangan ini juga acap menghabiskan sebagian besar hidupnya di Jerman.  

Adapun Maha Vajiralongkorn ditetapkan sebagai raja dalam upacara berdurasi tiga hari Mei lalu. Upacara penobatan itu terjadi beberapa hari setelah Raja Maha Vajiralongkorn mengumumkan dia menikah dengan Suthida Vajiralongkorn na Ayudhya. Suthida, mantan wakil komandan pengawal raja, merupakan istri keempat sang raja yang sudah mempunyai putra dari pernikahan ketiganya, selain enam anak lain.

Raja Thailand dengan gelar Rama X ini baru dikenal publik setelah ayahnya, Raja Bhumibol Adulyadej, wafat pada 2016. Resmi dinobatkan sebagai penerus Dinasti Chakri awal Mei, Raja Maha Vajiralongkorn tercatat sebagai salah satu pemimpin monarki terkaya dunia.

Kekayaan pribadi Raja Maha, menurut laporan Business Insider, berkisar US$ 30 miliar atau sekitar Rp 428 triliun. Raja mempunyai 6.500 hektare (ha)  tanah di Thailand, 40.000 perjanjian kontrak di seluruh negeri, dengan 17.000 di antaranya terjadi di ibu kota Bangkok.
 


Reporter: Titis Nurdiana
Editor: Titis Nurdiana

Video Pilihan


Close [X]
×