Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Surplus perdagangan Uni Eropa terus menyusut, seiring tarif Amerika Serikat membebani ekspor dan meningkatnya impor dari China yang menekan produksi domestik.
Data terbaru yang dirilis Jumat (13/2/2026) menegaskan, tekanan struktural terhadap model ekonomi blok tersebut.
Hubungan dagang dan politik yang berubah dengan dua kekuatan ekonomi terbesar dunia Amerika Serikat (AS) dan China telah menekan Eropa selama beberapa tahun terakhir.
Baca Juga: Skandal McDonald's India Pakai Minyak Tak Layak dan Tomat Busuk
Para pemimpin Eropa kembali bertemu pada Kamis untuk membahas strategi menghadapi rivalitas ekonomi yang semakin agresif dari kedua negara tersebut.
Data menunjukkan surplus perdagangan Uni Eropa turun menjadi 12,9 miliar euro pada Desember, dari 13,9 miliar euro pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Penurunan ini terutama dipicu melemahnya penjualan mesin dan kendaraan yang selama ini menjadi motor pertumbuhan ekspor serta turunnya ekspor produk kimia.
Ekspor ke AS, pasar ekspor terbesar Uni Eropa, merosot 12,6% secara tahunan.
Dampaknya, surplus perdagangan dengan AS menyusut sepertiga menjadi 9,3 miliar euro. Sebaliknya, defisit perdagangan dengan China melebar menjadi 26,8 miliar euro dari sebelumnya 24,5 miliar euro.
Sejak Washington mengumumkan serangkaian tarif pada awal 2025, kinerja ekspor Eropa cenderung bergejolak.
Baca Juga: Schroders Selesai, Era 222 Tahun Berakhir di Tangan Raksasa AS
Namun jika dirata-ratakan, tren menunjukkan penurunan signifikan karena kenaikan harga membuat importir AS mengurangi pembelian atau mencari pemasok alternatif.
Para ekonom memperkirakan Eropa membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk merebut kembali pangsa pasar yang hilang.
Padahal, ekspor bersih selama ini menjadi pilar utama pertumbuhan kawasan. Zona euro kini diproyeksikan menghadapi periode pertumbuhan yang hanya sedikit di atas 1% per tahun.
Ekonomi Domestik Masih Bertahan
Meski tekanan eksternal meningkat, ekonomi domestik kawasan untuk sementara dinilai masih cukup tangguh.
Investasi terkait kecerdasan buatan (AI) dan konsumsi domestik mulai meningkat, membantu menjaga pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) pada tingkat moderat.
Baca Juga: Partai PM Thailand Setuju Membentuk Koalisi dengan Partai Pheu Thai
Menurut data terpisah dari Eurostat, ekonomi Zona Euro tumbuh 0,3% pada kuartal IV-2025, sejalan dengan estimasi awal. Lapangan kerja juga naik 0,2% dibanding kuartal sebelumnya, relatif stabil dalam tiga bulan terakhir.
Optimisme juga muncul dari peningkatan belanja domestik, terutama di Jerman, di mana pemerintah memperbesar investasi di sektor pertahanan dan infrastruktur dua bidang yang lama terabaikan.
Meski dampaknya belum sepenuhnya terasa, belanja ini diperkirakan mulai mendorong pertumbuhan pada kuartal kedua dan mencapai kecepatan penuh menjelang akhir tahun.
Di sisi lain, tantangan eksternal dapat menjadi katalis reformasi internal yang selama ini tertunda.
Bank Sentral Eropa memperkirakan penghapusan hambatan internal di pasar tunggal dapat membantu mengimbangi sebagian kerugian perdagangan akibat tarif AS.
Dengan tekanan dari luar yang terus meningkat, Uni Eropa kini menghadapi ujian besar untuk menyesuaikan model ekonominya agar tetap kompetitif di tengah dinamika global yang berubah cepat.













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)