Ini Iming-iming yang Dijanjikan Rusia kepada Dunia Jika Barat Cabut Sanksi

Rabu, 13 Juli 2022 | 11:07 WIB   Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie
Ini Iming-iming yang Dijanjikan Rusia kepada Dunia Jika Barat Cabut Sanksi

ILUSTRASI. Rusia menyebutkan, bakal ada dampak positif jika Barat menghapus atau mencabut sanksi terhadap negara tersebut. REUTERS/Maxim Shemetov


KONTAN.CO.ID - MOSKOW. Pemerintah Rusia menyebutkan, bakal ada dampak positif jika Barat menghapus atau mencabut sanksi terhadap negara tersebut yang dipicu oleh invasi Rusia ke Ukraina. 

Melansir TASS, Menteri Keuangan Rusia Anton Siluanov mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Vedomosti, salah satu dampak positif yang dimaksud adalah akan terjadi penurunan harga global untuk sumber daya energi dan makanan.

"Berapa lama harga energi tetap tinggi akan tergantung pada dinamika ekonomi global dan durasi pembatasan yang diberlakukan oleh negara-negara Barat," kata Siluanov.

Saat menjawab pertanyaan tentang apakah pencabutan pembatasan akan menyebabkan pasar "mendingin" dan menemukan keseimbangan, dia berkata: 

"Tentu saja. Dan ini juga berlaku untuk makanan, sumber daya energi, dan logistik, yaitu semua barang dan jasa yang dikenai sanksi."

Menurut Siluanov, Rusia diuntungkan dari situasi saat ini di pasar energi dunia. 

“Situasinya positif bagi Rusia karena harga energi yang tinggi, tetapi untuk seluruh dunia situasinya agak suram," lanjutnya. 

Baca Juga: Susul China dan India, Pertamina Disarankan Ekspor Minyak Mentah Murah dari Rusia

Dia menjelaskan, saat ini harga komoditas yang tinggi seperti itu disebabkan oleh pembatasan yang diberlakukan oleh negara-negara Barat. 

"Mereka ingin menghukum Rusia, tetapi mereka menghukum diri mereka sendiri. Bahkan dengan diskon Ural terhadap Brent, kami menerima pendapatan minyak dan gas yang baik. Hukum penawaran dan permintaan yang sederhana berhasil," kata Siluanov. 

Sanksi terhadap Rusia

Melansir BBC, Rusia dilaporkan telah melewatkan tenggat waktu untuk melakukan pembayaran utang, karena sanksi yang dikenakan padanya.

Sejak Rusia menginvasi Ukraina, berbagai sanksi telah diumumkan yang ditujukan untuk membatasi kemampuan Rusia dalam membiayai perang.

Apa itu sanksi internasional?

Sanksi adalah hukuman yang dijatuhkan oleh satu negara ke negara lain, untuk menghentikannya bertindak agresif, atau melanggar hukum internasional.

Sanksi adalah salah satu tindakan terberat yang dapat dilakukan negara, selain berperang.

Bagaimana sanksi terhadap Rusia?

Negara-negara Barat telah menargetkan individu kaya, bank, bisnis, dan perusahaan milik negara.

Baca Juga: Bandara Heathrow Inggris Kewalahan, Otoritas Batasi Keberangkatan 100.000 Per Hari

Sanksi keuangan

Rusia diyakini telah gagal membayar utang untuk pertama kalinya sejak 1998, setelah melewatkan tenggat waktu penting.

Rusia memiliki uang untuk melakukan pembayaran US$ 100 juta, tetapi sanksi membuatnya tidak mungkin untuk melakukannya.

Hal ini mengusul serangkaian tindakan yang diambil terhadap lembaga keuangannya.

AS telah melarang Rusia melakukan pembayaran utang menggunakan US$ 600 juta yang dimilikinya di bank-bank AS, sehingga mempersulit Rusia untuk membayar kembali pinjaman internasionalnya.

Aset bank sentral Rusia telah dibekukan, untuk menghentikannya menggunakan dana senilai US$ 630 miliar dari cadangan yang dimilikinya dalam mata uang asing.

Bank-bank besar Rusia telah dihapus dari sistem pesan keuangan internasional Swift, yang akan menunda pembayaran ke Rusia untuk ekspor minyak dan gasnya.

Inggris telah mengecualikan bank-bank utama Rusia dari sistem keuangan Inggris, membekukan aset semua bank Rusia, melarang perusahaan Rusia meminjam uang, dan membatasi simpanan yang dapat dibuat orang Rusia di bank-bank Inggris.

Baca Juga: Aset Oligarki dan Entitas Rusia US$ 13,83 Miliar Dibekukan Uni Eropa Karena Sanksi  

Minyak dan gas

Rusia diperkirakan telah memperoleh hampir US$ 100 miliar dari ekspor minyak dan gas selama 100 hari pertama perang.

Sanksi yang menargetkan ekspornya telah diumumkan:

  • Uni Eropa (UE) mengatakan akan melarang semua impor minyak yang dibawa melalui laut dari Rusia pada akhir 2022
  • AS melarang semua impor minyak dan gas Rusia
  • Inggris akan menghapus impor minyak Rusia pada akhir 2022
  • Jerman telah membekukan rencana pembukaan pipa gas utama dari Rusia
  • Uni Eropa mengatakan akan menghentikan impor batubara Rusia pada Agustus

Halaman   1 2 Tampilkan Semua
Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Terbaru