kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Ini Ramalan Ekonomi AS di 2025 Setelah Trump Menjadi Presiden, Baik atau Buruk?


Senin, 27 Januari 2025 / 08:21 WIB
Ini Ramalan Ekonomi AS di 2025 Setelah Trump Menjadi Presiden, Baik atau Buruk?
ILUSTRASI. Dengan kembalinya Presiden terpilih Donald Trump ke Gedung Putih, para ekonom terkemuka mempertimbangkan apa yang akan terjadi pada ekonomi AS. REUTERS/Carlos Barria 


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Dengan kembalinya Presiden terpilih Donald Trump ke Gedung Putih, para ekonom terkemuka mempertimbangkan apa yang akan terjadi pada ekonomi Amerika. 

Mengutip GoBankingRates, berikut ini adalah ramalan para ahli untuk ekonomi AS di 2025.

Gambaran Pertumbuhan

“PDB riil kemungkinan akan tumbuh pada tingkat 2% yang sehat pada tahun 2025 dengan pengangguran yang stabil pada kisaran yang relatif rendah 4,2%-4,3%,” kata David Kass, profesor klinis keuangan di Robert H. Smith School of Business, University of Maryland.

Ia menekankan bahwa tampaknya tidak ada risiko besar terjadinya resesi pada tahun 2025.

Kekhawatiran Inflasi

Kass menunjuk beberapa faktor yang dapat mendorong harga lebih tinggi. 

"Rencana Presiden terpilih Donald Trump untuk menerapkan peningkatan tarif yang substansial, memperpanjang pemotongan pajak perusahaan dan individu, dan mendeportasi sejumlah besar imigran kemungkinan akan mengakibatkan tekanan ke atas pada harga," jelasnya.

Baca Juga: Jelang Penantikan, Donald Trump Janjikan Pembatasan Imigrasi yang Ketat

Ketidakpastian Perdagangan

Sementara itu, Jonathan Ernest, profesor ekonomi di Case Western Reserve University, memperingatkan tentang potensi gangguan perdagangan. 

"Bahkan ancaman tarif dapat menyebabkan tarif pembalasan, dan pengerjaan ulang rantai pasokan yang mahal pada tahun 2025," katanya. 

"Perusahaan kurang yakin terkait berapa biaya masa depan mereka," tambahnya.

Baca Juga: Donald Trump Rilis Koin Meme Kripto $TRUMP, Harga Langsung Melambung




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×