Inilah Gejala Flurona, Infeksi Ganda yang Ramai Dibahas

Jumat, 07 Januari 2022 | 05:47 WIB Sumber: my-best
Inilah Gejala Flurona, Infeksi Ganda yang Ramai Dibahas

ILUSTRASI. Banyak orang di seluruh dunia memulai tahun 2022 dengan mencari informasi lebih lanjut tentang flurona.

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Banyak orang di seluruh dunia memulai tahun 2022 dengan mencari informasi lebih lanjut tentang "flurona". Hal ini terjadi setelah Israel melaporkan bahwa dua wanita hamil muda dites positif terkena virus corona dan flu.

Melansir Yahoo News yang mengutip Washington Post, dokter telah lama mengkhawatirkan tentang dampak potensial dari "twindemic", yakni kondisi di mana kasus influenza dan kasus covid-19 meningkat tajam dan mengancam daya tampung rumah sakit. 

Di sisi lain, "flurona" mengacu pada kondisi ketika satu orang memiliki kedua infeksi pernapasan pada saat yang sama.

Apakah flurona merupakan kasus baru?

Setelah dua wanita hamil muda dites positif terkena virus corona dan influenza di Israel, banyak media lokal dan global menjulukinya "flurona" di berita utama. The Sun, sebuah tabloid Inggris, dengan cepat menyebut koinfeksi itu sebagai "masalah ganda".

Meskipun kata tersebut relatif baru dan semakin populer, kasus koinfeksi flu dan covid-19 bukan kasus baru. Dan flurona bukanlah penyakit yang berbeda, tetapi mengacu pada saat seseorang telah terinfeksi kedua virus tersebut. 

Baca Juga: Muncul Flurona, Begini Efek Terinfeksi Influenza dan Virus Corona Secara Bersamaan

Sebelumnya, kasus flurona telah terdeteksi di negara-negara termasuk Amerika Serikat, Israel, Brasil, Filipina dan Hongaria, beberapa bahkan sebelum istilah itu diciptakan.

Apakah flurona lebih banyak terjadi tahun ini?

Menurut Arnon Vizhnitser, direktur ginekologi, di Rumah Sakit Beilinson Israel, di mana dokter baru-baru ini mendiagnosis dua wanita hamil dengan kedua infeksi, kasus virus corona meningkat di tengah wabah omicron bersama dengan kasus influenza A.

Dalam sebuah wawancara dengan The Washington Post, Vizhnitser mengatakan bahwa sementara kasus flu langka tahun lalu, mungkin karena tindakan penguncian yang lebih ketat dan jarak sosial, kini mereka bangkit kembali.

“Tahun ini berbeda dengan tahun lalu. Sekarang kita punya tantangan lain,” ujarnya seraya memprediksi koinfeksi kemungkinan akan terus terjadi.

Baca Juga: Kenali 5 Fakta Virus Florona yang DItemukan Pertama Kali di Israel

Vizhnitser mengatakan kedua wanita hamil memiliki gejala yang sama dan diberi pengobatan untuk mengurangi demam mereka. Keduanya langsung ditempatkan di ruang isolasi sebelum akhirnya kembali ke rumah dengan bayi yang sehat. 

Menurut Vizhnitser, hanya satu wanita yang telah divaksinasi virus corona. Dia juga telah mendapatkan booster. Pasien lain belum menerima segala bentuk inokulasi terhadap kedua virus.

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Terbaru