Reporter: Yuwono Triatmodjo | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - PRILLY. Jika berbicara soal Inovasi di dunia, Swiss memang jagonya.
Swiss menempati peringkat pertama dalam satu dekade berturut-turut, dalam laporan tahunan Global Innovation Index (GII) yang diterbitkan oleh World Intellectual Property Organization (WIPO).
Salah satu jejak inovasi Swiss yang paling fenomenal, terekam pada sejarah SICPA SA, perusahaan yang terkenal memproduksi secutiry ink (tinta keamanan) pada banyak mata uang kertas.
Sudah sejak 1969, tinta keamanan SICPA mendapat dukungan penuh dari Interpol.
Baca Juga: Dolar AS Melemah: Yen, Yuan, Franc Swiss Beri Peluang Keuntungan?
"Sejak tahun 1982, produk SICPA digunakan dalam produksi mata uang dolar Amerika Serikat (AS)," tutur Remi Oudinot, Director Corporate Communications Strategic Affairs SICPA, kepada delegasi jurnalis Grup Media Kompas, termasuk KONTAN, saat berkunjung ke kantor SICPA di Prilly, Swiss.
Hal terjadi setelah pada era-70an, salah satu sosok keluarga pendiri SICPA, yakni Albert Amon melebarkan sayap bisnis SICPA ke wilayah Amerika Utara dan Amerika Selatan.
Namun, mungkin tidak banyak orang yang tahu, bahwa pada awal berdirinya tahun 1927, perusahaan keluarga ini merupakan produsen lemak yang dipakai untuk membantu dalam memerah susu sapi. Perusahaan ini didirikan oleh Maurice Amon di Lausanne, Swiss.
Produksi lemak yang dipakai untuk membantu dalam memerah susu sapi ini juga merupakan bagian dari inovasi itu sendiri. Lemak yang digunakan untuk memerah, menyebabkan sapi tidak kesakitan sehingga produksi susu bisa lebih maksimal.
Baca Juga: Nasib Rupiah Sepekan ke Depan: Inflasi AS dan Harga BBM Jadi Kunci
Waktu berlalu, bisnis SICPA berganti menjadi produsen tinta percetakan dan untuk pertama kalinya menjadi produsen tinta keamanan yang digunakan dalam Spanish Peseta, mata uang Spanyol.
Hingga terus berkembang dan berekspansi hingga pada era 80-an, SICPA masuk ke Asia, termasuk Indonesia.
Bank Indonesia (BI) tercatat menggunakan teknologi dan fitur keamanan dari SICPA sejak tahun 2004–2005 melalui pendirian perusahaan patungan antara Peruri (Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia) dan SICPA, yaitu PT Sicpa Peruri Securink. 
Kehandalan produk SICPA, menyebabkan perusahaan ini hampir menguasai hampir seluruh mata uang utama dunia.
Terdapat tiga lapisan verifikasi dalam tinta keamanannya, yakni yang terbuka (fitur yang terlihat), tersembunyi (pemeriksaan khusus di perbatasan/bandara), dan forensik (analisis tingkat laboratorium).
Baca Juga: Ketegangan Global Reda, Sejumlah Mata Uang Menguat Terhadap Dolar AS
SICPA kini memiliki lebih dari 3.000 karyawan di seluruh dunia. Sepertiga berada di Eropa, yang berkantor pusat di Swiss. Sepertiga lainnya berada di Afrika, dan sisanya di seluruh dunia dengan pertumbuhan yang sangat dinamis di Asia.
Karyawan SICPA terdiri dari 84 kewarganegaraan. "Karena ketika Anda membutuhkan para ahli, Anda membutuhkannya dari seluruh dunia," tandas Remi.
Dia menyebut, SECPA berada di lima benua, termasuk pabrik, bukan hanya kantor.
Jagan terkejut, jika satu perusahaan ini, merupakan mengelola lebih dari 6.000 paten. "Itulah kata kunci selanjutnya, inovasi," pungkas Remi.














