kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45895,84   4,26   0.48%
  • EMAS1.325.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Intelijen AS Meyakini Tidak Ada Pengembangan Senjata Nuklir di Iran


Selasa, 11 Juli 2023 / 13:52 WIB
Intelijen AS Meyakini Tidak Ada Pengembangan Senjata Nuklir di Iran
ILUSTRASI. Simbol atom dan bendera Iran terlihat pada ilustrasi ini, 21 Juli 2022. REUTERS/Dado Ruvic/Ilustrasi


Sumber: AP News | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Senjata Nuklir- WASHINGTON. Melalui penilaian lanjut, badan intelijen AS memastikan bahwa tidak ada program pengembangan senjata nuklir di Iran. Meskipun begitu, AS percaya Iran masih berupaya melangkah ke arah sana.

Penilaian itu datang dari Kantor Direktur Intelijen Nasional (ODNI) yang dirilis Senin (10/7). Dalam laporannya, dijelaskan bahwa Iran telah bergerak untuk meningkatkan kapasitasnya untuk memproduksi bom atom sejak 2020 tetapi sejauh ini telah berhenti.

Penilaian ini sebenarnya sesuai dengan penilaian sebelum soal masalah yang sama. Sayangnya, banyak orang orang di Kongres dan badan pemerintahan lainnya meragukan laporan tersebut.

Baca Juga: Angkatan Laut AS Gagalkan Pembajakan Kapal Minyak oleh Kapal Iran di Teluk Oman

Masalah nuklir Iran memang menjadi salah satu perhatian Presiden Joe Biden sejak menjabat dua tahun lalu. Biden terus berupaya kembali ke kesepakatan nuklir Iran tahun 2015 atau Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA).

Upaya Biden semakin sulit dalam beberapa bulan terakhir setelah kepala negosiatornya, Rob Malley, ditangguhkan. 

Bulan lalu, Malley diberhentikan dari tugasnya sambil menunggu penyelidikan atas klaim bahwa dia salah menangani informasi rahasia.

Baca Juga: Militer Iran: Kapal Destroyer Baru Kami Akan Dilengkapi Persenjataan Hipersonik

Senjata Nuklir Iran

Laporan terbaru dari ODNI menjelaskan bahwa Iran saat ini tidak melakukan kegiatan pengembangan aspek utama untuk dapat menghasilkan senjata nuklir yang dapat diuji.

Namun, intelijen AS masih percaya bahwa saat ini Iran sedang melakukan aktivitas penelitian dan pengembangan yang bermuara pada teknologi senjata nuklir.

"Iran juga mengejar kegiatan penelitian dan pengembangan yang akan membawanya lebih dekat untuk memproduksi bahan fisil yang diperlukan untuk menyelesaikan perangkat nuklir menyusul keputusan untuk melakukannya," tulis laporan tersebut, dikutip AP News.

Baca Juga: Iran Berencana Memperluas Jangkauan Rudal Hipersonik Terbarunya

Terkait dugaan itu, Iran berarti telah melanggar ketentuan perjanjian nuklir 2015 tentang pengayaan uranium yang telah disetujui oleh Iran sendiri beserta penandatangan JCPOA lain yaitu China, Prancis, Jerman, Rusia, Inggris, Uni Eropa, dan AS yang keluar pada tahun 2018.

"Iran terus meningkatkan ukuran dan tingkat pengayaan cadangan uraniumnya di luar batas JCPOA. Iran juga terus melampaui pembatasan JCPOA pada penelitian dan pengembangan sentrifugal lanjutan," lanjut laporan itu.

Temuan ini secara umum telah mendapat dukungan dari badan pengawas nuklir PBB, IAEA.




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×