Intelijen Australia: Xi Jinping Tampaknya Berencana untuk Mendominasi Indo-Pasifik

Rabu, 09 Maret 2022 | 14:36 WIB Sumber: Reuters
Intelijen Australia: Xi Jinping Tampaknya Berencana untuk Mendominasi Indo-Pasifik

ILUSTRASI. Presiden China, Xi Jinping


KONTAN.CO.ID - SYDNEY. Di tengah sibuknya dunia mengamati operasi Rusia di Ukraina, intelijen Australia justru melihat indikasi peningkatan aktivitas China di Indo-Pasifik. Presiden Xi Jinping bahkan disebut sedang mencari cara untuk mengalahkan dominasi Amerika Serikat.

Andrew Shearer, Direktur Jenderal Kantor Intelijen Nasional Australia, mengatakan bahwa Xi tampaknya berencana untuk mendominasi kawasan Indo-Pasifik. Kawasan ini nantinya akan dimanfaatkan China untuk menyalip Amerika Serikat sebagai kekuatan utama dunia.

"Kami melihat seorang pemimpin yang benar-benar berjuang dan memperkuat negaranya untuk perjuangan ini, untuk menyalip Amerika Serikat sebagai kekuatan utama dunia," kata Shearer, seperti dikutip Reuters.

Baca Juga: Didesak Barat untuk Mengecam Rusia, PM Pakistan: Apakah Kami Budak Anda?

Pernyataan Shearer memperkuat peringatan bahwa invasi Rusia ke Ukraina dapat menyebar ke dalam konflik regional atau global.

"Konvergensi strategis baru yang mengganggu, antara Moskow dan Beijing telah berkembang. Risiko konflik antara kekuatan besar telah meningkat sejak Rusia menginvasi Ukraina," lanjut Shearer.

Namun, sejak invasi Rusia ke Ukraina dimulai, Shearer menganggap bahwa konflik antara kekuatan besar mungkin masih jauh dari perkiraan. Ia cukup terkejut dengan efektivitas perlawanan Ukraina terhadap pasukan Rusia.

Baca Juga: Australia Mendesak China untuk Ikut Mengecam Invasi Rusia di Ukraina

Minggu ini Perdana Menteri Australia Scott Morrison juga meminta negara demokrasi liberal untuk menghentikan kisah otokrasi yang berusaha membentuk tatanan dunia baru.

Berbicara pada konferensi yang diselenggarakan oleh Australian Financial Review hari Rabu (9/3), Shearer mengatakan bahwa ancaman geopolitik di era modern ini akan berpusat di sekitar teknologi, termasuk penggunaan serangan dunia maya.

Menurutnya, Australia harus memperkuat pertahanan dunia mayanya tanpa menutup diri dari perdagangan dan berbagi informasi.

Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Terbaru