kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45903,15   -4,52   -0.50%
  • EMAS939.000 0,21%
  • RD.SAHAM 0.83%
  • RD.CAMPURAN 0.50%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.03%

Interpol menyita vaksin virus corona palsu di Afrika Selatan dan China


Kamis, 04 Maret 2021 / 12:35 WIB
Interpol menyita vaksin virus corona palsu di Afrika Selatan dan China
ILUSTRASI. Interpol. REUTERS/Edgar Su/File Photo

Sumber: Al Jazeera | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pejabat keamanan di China dan Afrika Selatan menyita ribuan dosis palsu vaksin virus corona, badan kepolisian global Interpol mengungkapkan pada hari Rabu.

Kepolisian internasional mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa 400 botol, setara dengan sekitar 2.400 dosis, berisi vaksin palsu ditemukan di sebuah gudang di Germiston di luar Johannesburg di Afrika Selatan, di mana petugas juga menemukan masker palsu dan menangkap tiga warga negara China dan seorang warga negara Zambia.

“Sejak COVID-19 mencapai pantai Afrika Selatan, pemerintah telah mengadopsi pendekatan penegakan hukum multi-disiplin yang terintegrasi,” kata Brigadir Vish Naidoo, juru bicara kepolisian nasional Afrika Selatan, menurut pernyataan Interpol.

Baca Juga: Dua hari berturut-turut, Brasil catatkan rekor kematian akibat Covid-19 tertinggi

“Ini, bersama dengan hubungan kami dengan mitra dari semua negara anggota Interpol, terbukti sangat efektif seperti yang telah kita lihat dalam penangkapan warga negara asing yang mencoba menjajakan vaksin palsu kepada orang-orang yang tidak menaruh curiga di Afrika Selatan.”

Di China, polisi berhasil mengidentifikasi jaringan yang menjual vaksin COVID-19 palsu dalam penyelidikan yang didukung oleh Interpol, yang memiliki 194 negara anggota, katanya.

Polisi menggerebek tempat produksi yang mengakibatkan penangkapan sekitar 80 tersangka dan menyita lebih dari 3.000 vaksin palsu di tempat kejadian, katanya.

“Pemerintah China sangat mementingkan keamanan vaksin. Polisi China sedang melakukan kampanye yang ditargetkan untuk mencegah dan menindak kejahatan yang terkait dengan vaksin, "kata juru bicara kementerian keamanan publik China.

Selanjutnya: Langkah Korea Utara membendung Covid-19 memperburuk pelanggaran HAM dan kelaparan

 




TERBARU

[X]
×