kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.733.000   -10.000   -0,36%
  • USD/IDR 18.030   -170,00   -0,93%
  • IDX 5.747   404,51   7,57%
  • KOMPAS100 759   60,97   8,73%
  • LQ45 569   42,24   8,01%
  • ISSI 197   12,24   6,63%
  • IDX30 323   24,38   8,17%
  • IDXHIDIV20 398   27,88   7,53%
  • IDX80 86   6,64   8,36%
  • IDXV30 108   6,11   5,97%
  • IDXQ30 104   7,83   8,16%

Intip Family Office Ultra Kaya AS Paling Aktif dan Investasinya Sepanjang 2025


Jumat, 13 Februari 2026 / 11:24 WIB
Diperbarui Jumat, 13 Februari 2026 / 11:25 WIB
Intip Family Office Ultra Kaya AS Paling Aktif dan Investasinya Sepanjang 2025
ILUSTRASI. Kenaikan Cadangan Devisa Indonesia Besrumber dari Pajak dan Jasa (KONTAN/Cheppy A. Muchlis). Eric Schmidt, Jeff Bezos, hingga Peter Thiel: Family Office mereka mengubah lanskap investasi. Siapa yang memimpin tren AI?


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli

Kantor keluarga Jeff Bezos menempati posisi kedua, dengan investasi di Unconventional AI, yang mengembangkan komputer AI hemat energi, dan Physical Intelligence, startup robotik yang didukung OpenAI. 

Beberapa investasinya di luar AI termasuk Arrived, platform saham properti sewa yang bisa dibeli mulai $100, bersama investor seperti Marc Benioff dan Dara Khosrowshahi.

Posisi ketiga diraih bersama oleh kantor keluarga Jim Pallotta (Raptor Group) dan Laurene Powell Jobs (Emerson Collective). 

Baca Juga: Eksodus Orang Kaya, Eksekutif Family Office Qatar Hengkang dari Inggris

Raptor Group fokus pada elektronik dan software, sementara Emerson Collective menggabungkan investasi dan filantropi, termasuk proyek AI untuk membantu manusia, seperti Humans& dan Chai Discovery.

Banyak kantor keluarga dalam daftar ini didirikan oleh pencipta kekayaan generasi pertama dari sektor teknologi atau keuangan. Namun, generasi berikutnya, seperti Lukas Walton, lebih fokus pada investasi berdampak sosial.

Tahun lalu, Builders Vision menanam modal di startup pangan dan pertanian berkelanjutan, serta teknologi energi bersih seperti **Firefly Green Fuels**.

“Yang kami lakukan di sini cukup menantang. Kami mencoba menggabungkan budaya filantropi, investasi berdampak, modal ventura, hingga pasar publik,” ujar Walton kepada CNBC pada 2022. 


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×