kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45959,76   16,42   1.74%
  • EMAS945.000 -0,21%
  • RD.SAHAM 0.64%
  • RD.CAMPURAN 0.16%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Investor terkenal ini borong Bitcoin dan Ethereum, begini alasannya


Senin, 29 November 2021 / 12:18 WIB
Investor terkenal ini borong Bitcoin dan Ethereum, begini alasannya
ILUSTRASI. Representasi Bitcoin dan Ethereum ditempatkan pada motherboard PC dalam foto ilustrasi ini diambil, 29 Juni 2021. REUTERS/Dado Ruvic.

Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - Robert Kiyosaki, investor dan penulis buku populer Rich Dad Poor Dad, mengungkapkan, dia membeli lebih banyak Bitcoin dan Ethereum sebagai tanggapan atas kenaikan inflasi AS yang mengkhawatirkan.

"Inflasi adalah pajak pada orang miskin dan kelas menengah. Inflasi membuat yang kaya semakin kaya. Ayo Pintar. Menjadi lebih kaya. Saya membeli lebih banyak emas, perak, Bitcoin, Ethereum," kicau Kiyosaki di Twitter pekan lalu, seperti dikutip Bitcoin.com.

Ketika dia men-tweet tentang membeli lebih banyak BTC dan ETH, harga Bitcoin sekitar US$ 56.267 sementara harga Ethereum US$ 4.238. Sementara saat berita ini ditulis, harga Bitcoin US$ 57.264,26 dan Ethereum US$ 4.294.

Kiyosaki sebelumnya memperingatkan tentang kenaikan inflasi AS pada beberapa kesempatan. Dia juga merekomendasikan Bitcoin.

Baca Juga: Investor terkenal ini peringatkan depresi baru di AS, beli 3 aset berikut

Pada Oktober lalu, Kiyosaki menulis di Twitter, Presiden AS Joe Biden dan Federal Reserve (The Fed) “menipu orang miskin”, dan memprediksikan Amerika Serikat sedang mengalami depresi. 

Dia menyebutkan, Biden dan The Fed “membutuhkan inflasi untuk mencegah depresi baru” dan keduanya “korup.” 

Kiyosaki pun memperingatkan, kehancuran raksasa akan datang, diikuti oleh depresi baru di AS. Dia kemudian merekomendasikan orang untuk membeli emas, perak, dan Bitcoin.

Sementara pada Mei lalu, Kiyosaki berkicau, The Fed ingin inflasi untuk membayar utang dengan dollar lebih murah. "The Fed akan menaikkan suku bunga, menyebabkan saham, obligasi, real estate, dan emas jatuh," sebutnya.

Selanjutnya: Bens Leo mengawali karir bermodal nekat, mewawancarai Koes Plus!




TERBARU

[X]
×