Irak dan Total teken kesepakatan proyek energi senilai US$ 27 miliar

Senin, 06 September 2021 | 12:58 WIB   Reporter: Ferrika Sari
Irak dan Total teken kesepakatan proyek energi senilai US$ 27 miliar

ILUSTRASI. Logo perusahaan migas Prancis Total


KONTAN.CO.ID - BAGHDAD. Perusahaan minyak Prancis, Total akan membangun empat proyek energi raksasa di Irak selatan dengan nilai kesepakatan mencapai US$27 miliar dan telah ditandatangani di Baghdad, Irak pada Minggu lalu.

Dilansir dari Reuters, Senin (6/9), CEO Patrick Pouyanne mengatakan, perusahaan akan memulai investasi awal sebesar US$10 miliar. Perusahaan akan menggerakan tim pekerja di Irak pada akhir 2021.

Menteri Perminyakan Irak Ihsan Abdul Jabbar mengatakan, fase pertama akan mencakup investasi dari Prancis senilai US$ 3 miliar. Ini merupakan sebuah proyek penyuntikan air laut ke ladang minyak untuk pemulihan minyak mentah.

Selain itu, perusahaan menyediakan US$2 miliar untuk membangun pabrik pengolahan gas yang diproduksi di ladang selatan West Qurna 2, Majnoon, Artawi, Tuba dan Luhais.

Baca Juga: Houthi kembali luncurkan rudal balistik ke Arab Saudi, targetkan fasilitas Aramco

Melalui pabrik tersebut, diharapkan dapat menghasilkan 300 juta kaki kubik gas per hari (mcf/d) dan dua kali lipat setelah pengembangan tahap kedua, kata Jabbar.

Jabbar mengatakan bahwa gas yang dihasilkan dari proyek Total di selatan akan membantu Irak untuk memotong impor gasnya dari Iran, dengan gas yang diproduksi di dalam negeri juga lebih murah daripada gas Iran.

"Biaya gas yang diimpor dari Iran sekitar US$8 per juta Btu dan gas yang akan diproduksi dari proyek Total akan lebih murah US$1,50 per juta Btu," terangnya.

Dua proyek lainnya adalah pembangkit listrik tenaga surya dan satu untuk meningkatkan produksi minyak mentah dari ladang minyak Artawi. Dengan begitu, Total akan membantu meningkatkan produksi dari ladang minyak Artawi menjadi 210.000 barel per hari minyak (bph) dari 85.000 bph.

Baca Juga: Penurunan berlanjut, harga minyak mentah WTI pada level US$ 68,73 per barel

Editor: Yudho Winarto

Terbaru