kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.831.000   -26.000   -0,91%
  • USD/IDR 17.074   71,00   0,42%
  • IDX 6.972   -54,81   -0,78%
  • KOMPAS100 961   -9,61   -0,99%
  • LQ45 705   -9,97   -1,39%
  • ISSI 250   -0,87   -0,34%
  • IDX30 387   -1,57   -0,40%
  • IDXHIDIV20 481   -1,81   -0,37%
  • IDX80 108   -1,32   -1,21%
  • IDXV30 133   -0,50   -0,38%
  • IDXQ30 126   -0,89   -0,70%

Irak Minta Pelanggan Kirim Jadwal Pengapalan Minyak Usai Diberi Pengecualian Hormuz


Senin, 06 April 2026 / 09:10 WIB
Irak Minta Pelanggan Kirim Jadwal Pengapalan Minyak Usai Diberi Pengecualian Hormuz
ILUSTRASI. Krisis Iran - Selat Hormuz (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Pemasok minyak negara Irak, SOMO, meminta pelanggannya untuk mengirimkan jadwal pengapalan minyak mentah dalam waktu 24 jam, menurut dokumen yang ditinjau Reuters pada Senin (6/4/2026).

Permintaan ini menyusul laporan media bahwa Iran memberikan pengecualian bagi Irak terkait transit melalui Selat Hormuz.

Baca Juga: Satu Pabrik di China Bertahan di Tengah Tarif Trump, Perang Dagang, dan Kekacauan

"Dengan memperhatikan hal di atas, dan untuk memastikan kelanjutan serta stabilitas operasi ekspor minyak mentah, kami menghimbau perusahaan Anda yang terhormat untuk menyerahkan jadwal pengapalan dalam 24 jam agar program pengapalan Anda dapat diproses tepat waktu, termasuk nominasi kapal dan volume kontraktual, sesuai ketentuan yang disepakati," tulis SOMO dalam dokumen yang diterbitkan pada 5 April.

Dokumen itu juga menegaskan bahwa semua terminal pengapalan, termasuk Basrah Oil Terminal (BOT) dan fasilitas terkait, tetap beroperasi penuh, dan SOMO siap melaksanakan semua program pengapalan kontraktual tanpa batasan.

SOMO tidak dapat segera dihubungi untuk memberikan komentar di luar jam kerja.

Baca Juga: Bursa Asia Waspada Ancaman Serangan AS ke Infrastruktur Iran pada Senin (6/4/2026)

Kembalinya ekspor minyak ini akan membantu anggota OPEC tersebut meningkatkan produksi setelah outputnya anjlok menjadi sekitar 800.000 barel per hari bulan lalu.

Namun, beberapa pelaku pasar menyatakan masih harus dilihat apakah pemilik kapal bersedia memasuki Teluk untuk memuat minyak, mengingat perang antara AS-Israel dan Iran masih berlangsung.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×