kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.032   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.236   49,76   0,80%
  • KOMPAS100 817   5,56   0,69%
  • LQ45 621   2,39   0,39%
  • ISSI 215   1,38   0,65%
  • IDX30 350   1,18   0,34%
  • IDXHIDIV20 430   0,35   0,08%
  • IDX80 93   0,50   0,54%
  • IDXV30 118   0,33   0,28%
  • IDXQ30 112   0,18   0,16%

Irak Tak Menyetujui Pengurangan Produksi Minyak Terbaru dari OPEC+


Minggu, 12 Mei 2024 / 07:55 WIB


Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - BAGDAD. Menteri perminyakan Irak mengatakan bahwa Irak telah melakukan cukup banyak pengurangan produksi minyak secara sukarela dan tidak akan menyetujui pengurangan tambahan yang dilakukan oleh OPEC+ pada pertemuan berikutnya di awal bulan depan.

Mengutip Reuters, Minggu (12/5), sumber yang mengetahui masalah ini mengatakan kepada Reuters bahwa OPEC+ yang mencakup Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak, Rusia dan produsen non-OPEC lainnya, dapat memperpanjang pengurangan produksi secara sukarela jika permintaan gagal meningkat.

Ketika ditanya oleh seorang wartawan apakah Irak akan setuju untuk memperpanjang pemotongan sukarela OPEC+ pada pertemuan yang dijadwalkan pada 1 Juni, Hayan Abdul Ghani mengatakan: "Irak telah cukup mengurangi (output) dan tidak akan menyetujui pemotongan baru."

Baca Juga: Pertamina Internasional EP (PIEP) Catatkan Produksi Minyak 109% di Atas Target

Belum jelas apakah yang dimaksud Abdul Ghani adalah menentang perpanjangan pemotongan sukarela – sebuah pernyataan yang bertentangan dengan ekspektasi luas bahwa pemangkasan produksi minyak akan diperpanjang – atau sekadar menentang pemotongan tambahan.

Hal ini disampaikannya di sela-sela konferensi perizinan minyak dan gas di Bagdad.

Irak telah berulang kali menyatakan komitmennya terhadap pengurangan produksi sukarela yang awalnya diumumkan oleh OPEC+ pada tahun 2023, namun telah melebihi kuota produksinya secara kumulatif sebesar 602.000 barel per hari dalam tiga bulan pertama tahun 2024, kata OPEC+ dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat.

Kelompok tersebut mengatakan bahwa Baghdad telah setuju untuk memberikan kompensasi dengan pengurangan produksi tambahan selama sisa tahun ini.




TERBARU

[X]
×