kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Iran Kembali Serang Tanker Berbendera Marshall Islands di Selat Hormuz


Sabtu, 07 Maret 2026 / 21:03 WIB
Iran Kembali Serang Tanker Berbendera Marshall Islands di Selat Hormuz
Pemandangan udara pantai Iran dan Pelabuhan Bandar Abbas di Selat Hormuz, 10 Desember 2023. (REUTERS/Stringer)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - Korps Garda Revolusi Iran menyatakan telah menyerang sebuah kapal tanker berbendera Kepulauan Marshall di Strait of Hormuz. Pernyataan tersebut dilaporkan media pemerintah Iran pada Sabtu (7/3).

Serangan itu terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan setelah konflik di Timur Tengah mengganggu aktivitas pelayaran dan ekspor energi melalui jalur laut strategis tersebut.

Juru bicara Garda Revolusi Iran, Alimohammad Naini, juga menanggapi pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait kemungkinan pengerahan kapal perang AS untuk mengawal tanker minyak yang melintas di Selat Hormuz.

Baca Juga: 2 Kapal Tanker Pertamina Terjebak di Selat Hormuz, Kemlu: Sedang Upaya Diplomasi

Trump sebelumnya mengatakan Angkatan Laut Amerika Serikat dapat mulai mengawal kapal tanker minyak yang melintasi selat tersebut jika diperlukan. Jalur pelayaran ini merupakan salah satu rute vital bagi distribusi energi global.

Menanggapi hal itu, Naini menyatakan Iran tidak keberatan jika Amerika Serikat benar-benar mengerahkan kapal pengawalnya. “Iran menyambut pengawalan tanker minyak dan kehadiran pasukan AS saat melintasi Selat Hormuz. Kami bahkan menunggu kehadiran mereka,” kata Naini seperti dikutip media pemerintah Iran.

Namun ia juga memperingatkan Washington agar mempertimbangkan pengalaman masa lalu sebelum mengambil keputusan. Naini merujuk pada insiden tahun 1987 ketika kapal tanker Amerika diserang selama konflik di kawasan Teluk.

Baca Juga: Serangan Drone Iran Berpotensi Mengganggu Selat Hormuz Berbulan-bulan

Ketegangan terbaru di kawasan meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran sejak Sabtu pekan lalu. Sejak saat itu, setidaknya sembilan kapal dilaporkan menjadi sasaran serangan di sekitar perairan tersebut.

Di tengah situasi itu, Garda Revolusi Iran juga dilaporkan sempat memerintahkan kapal-kapal untuk tidak melintasi Selat Hormuz, jalur pelayaran penting yang menjadi penghubung utama perdagangan minyak dunia.




TERBARU

[X]
×