kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.629.000   26.000   1,00%
  • USD/IDR 17.947   -95,00   -0,53%
  • IDX 6.351   31,53   0,50%
  • KOMPAS100 835   3,22   0,39%
  • LQ45 634   -1,22   -0,19%
  • ISSI 220   1,96   0,90%
  • IDX30 356   -1,18   -0,33%
  • IDXHIDIV20 435   -3,83   -0,87%
  • IDX80 95   0,21   0,22%
  • IDXV30 120   -0,51   -0,42%
  • IDXQ30 113   -0,52   -0,45%

Iran Kini Targetkan Perusahaan AS Microsoft hingga Boeing, Konflik Teluk Kian Memanas


Selasa, 31 Maret 2026 / 22:17 WIB
Diperbarui Selasa, 31 Maret 2026 / 22:18 WIB
Iran Kini Targetkan Perusahaan AS Microsoft hingga Boeing, Konflik Teluk Kian Memanas
ILUSTRASI. Rudal Iran (via REUTERS/Majid Asgaripour)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Garda Revolusi Iran (IRGC) menyatakan akan menarget perusahaan-perusahaan Amerika Serikat (AS) di kawasan mulai 1 April sebagai balasan atas serangan terhadap Iran, demikian laporan media pemerintah.

Dalam daftar 18 perusahaan yang diancam termasuk Microsoft, Google, Apple, Intel, IBM, Tesla, dan Boeing.

"Perusahaan-perusahaan ini harus mengantisipasi kehancuran unit masing-masing sebagai balasan atas setiap aksi teror di Iran, mulai pukul 20.00 waktu Teheran, Rabu, 1 April," kata IRGC dalam pernyataannya dilansir dari Reuters Selasa (31/3/2026).

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Melonjak Selasa (31/3), Brent Melewati US$118 Akibat Konflik Iran

Sementara itu, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth memperingatkan beberapa hari ke depan akan menentukan jalannya konflik.

Ia menegaskan, AS siap meningkatkan intensitas serangan jika Iran tidak membuat kesepakatan damai.

Pernyataan ini muncul beberapa jam setelah Iran membakar tanker minyak penuh muatan di lepas pantai Dubai, serangan terbaru terhadap kapal dagang di Teluk dan Selat Hormuz sejak serangan AS dan Israel pada 28 Februari.

Presiden AS Donald Trump juga mengancam akan menghancurkan fasilitas energi Iran jika Tehran tidak menyetujui kesepakatan damai dan membuka kembali selat vital tersebut, jalur penting pengiriman minyak dunia yang praktis telah diblokir.

Trump menyinggung negara-negara seperti Prancis dan Inggris yang dianggap belum membantu, meminta mereka menunjukkan "keberanian tertunda" untuk mengambil alih selat dan mendapatkan minyak mereka sendiri.

Baca Juga: Unilever Gabungkan Bisnis Makanan dengan McCormick, Ciptakan Raksasa US$65 Miliar

Lonjakan Harga Minyak

Konflik yang berlangsung sebulan terakhir telah menewaskan ribuan orang, mengganggu pasokan energi, dan mengancam ekonomi global.

Harga minyak mentah sempat melonjak lagi setelah serangan terhadap tanker Al-Salmi, yang membawa sekitar 2 juta barel minyak senilai lebih dari $200 juta. Otoritas Dubai menyatakan kebakaran sudah berhasil dikendalikan, tanpa tumpahan minyak dan tanpa korban awak kapal.

Tanker tersebut membawa 1,2 juta barel minyak Arab Saudi dan 800 ribu barel minyak Kuwait menuju Qingdao, China.

IRGC menyebut target awal mereka adalah kapal kontainer yang terkait Israel, kemungkinan Haiphong Express yang berada di dekat Al-Salmi.

Baca Juga: Bagaimana Bisnis Makanan Membentuk Unilever Selama Hampir Seabad? Berikut Evolusinya

Upaya Diplomasi Internasional

Jenderal AS Dan Caine menyatakan, AS terus menekan kemampuan Iran, menarget fasilitas manufaktur dan penelitian penting, serta telah menonaktifkan lebih dari 150 kapal Angkatan Laut Iran.

Hegseth menambahkan, serangan AS menyebabkan banyak tentara Iran membelot, sementara ribuan pasukan cadangan AS dari Divisi Lintas Udara ke-82 mulai tiba di Timur Tengah, membuka opsi serangan darat jika diperlukan.

Pakistan mencoba memediasi konflik melalui pembicaraan dengan China, Turki, Mesir, dan Arab Saudi. Iran tetap bersikap defiant, menolak proposal damai AS yang dianggap “tidak realistis, tidak logis, dan berlebihan.”

Komisaris energi Uni Eropa memperingatkan anggota blok tersebut untuk bersiap menghadapi gangguan pasokan energi yang berkepanjangan.

Di AS, harga bensin nasional rata-rata melewati US$4 per galon untuk pertama kali dalam lebih dari tiga tahun, menambah tekanan politik bagi Trump dan Partai Republik menjelang pemilu paruh waktu November.

Minyak mentah Brent naik di atas US$114 per barel, berada di jalur untuk kenaikan bulanan rekor.

Baca Juga: Menhan Hegseth: AS Konfrontasi Rusia dan China Terkait Iran

Serangan Baru dan Perluasan Konflik

  • Kelompok Houthi di Yaman menembakkan rudal ke Israel.
  • Turki melaporkan rudal balistik dari Iran memasuki wilayah udaranya sebelum ditembak jatuh.
  • Konflik antara Israel dan Hezbollah yang didukung Iran kembali meningkat.
  • Iran menargetkan beberapa negara Arab Teluk dengan serangan rudal, di mana AS memiliki pangkalan militer.
  • Sebuah serangan di aula umat Muslim Syiah di Zanjan, Iran barat laut, menewaskan tiga orang.
  • Militer Israel melancarkan serangan udara di Teheran, menarget fasilitas rudal dan penelitian senjata.
  • Tiga personel perdamaian PBB asal Indonesia tewas di Lebanon Selatan dalam dua insiden terpisah, bersama empat tentara Israel yang juga tewas.

Konflik yang terus memburuk ini membuat ketidakpastian pasokan energi global meningkat dan memicu lonjakan harga minyak yang signifikan.


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×