CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   -4.000   -0,15%
  • USD/IDR 17.962   17,00   0,09%
  • IDX 6.232   56,24   0,91%
  • KOMPAS100 823   8,72   1,07%
  • LQ45 628   5,84   0,94%
  • ISSI 214   2,70   1,27%
  • IDX30 354   2,95   0,84%
  • IDXHIDIV20 440   1,97   0,45%
  • IDX80 94   1,10   1,18%
  • IDXV30 118   0,63   0,54%
  • IDXQ30 114   0,48   0,43%

Iran Klaim Dua Kapal Tanker Meledak di Selat Hormuz, Ancam Pasokan Minyak Dunia


Senin, 20 Juli 2026 / 08:55 WIB
Iran Klaim Dua Kapal Tanker Meledak di Selat Hormuz, Ancam Pasokan Minyak Dunia
ILUSTRASI. Krisis Timur Tengah - Kapal Tanker Selat Hormuz (REUTERS/Stringer)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Garda Revolusi Iran (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) mengklaim dua kapal tanker minyak mengalami ledakan dan tidak dapat melanjutkan pelayaran saat melintasi jalur selatan Selat Hormuz pada Senin (20/7/2026).

Baca Juga: Harga Emas Turun ke Dekat US$ 4.000, Dibayangi Inflasi dan Sikap Hawkish The Fed

Mengutip Reuters, IRGC menyatakan kedua kapal tersebut mencoba melewati jalur yang disebutnya tidak aman dan menuduh militer Amerika Serikat mendorong kapal-kapal tersebut menggunakan rute tersebut.

Namun, Reuters menyebut belum dapat memverifikasi secara independen klaim tersebut.

Dalam pernyataannya, IRGC tidak mengungkap identitas kapal, bendera yang digunakan, kewarganegaraan awak, maupun informasi mengenai kemungkinan korban jiwa akibat insiden tersebut.

IRGC juga memperingatkan bahwa Selat Hormuz akan tetap menjadi jalur yang tidak aman selama apa yang mereka sebut sebagai "agresi" Amerika Serikat di kawasan masih berlangsung.

Menurut IRGC, jalur tersebut tidak akan aman untuk pengiriman produk petrokimia, bahkan untuk "setetes pun minyak dan gas."

Baca Juga: Kapitalisasi Bursa China Susut US$ 1,48 triliun, Regulator dan Pelaku Pasar Bergerak

Selain itu, Garda Revolusi Iran memperingatkan militer Amerika Serikat agar bersiap menghadapi apa yang mereka sebut sebagai "operasi hukuman" (punitive operation).

Klaim tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat yang telah memicu kekhawatiran terhadap keamanan pelayaran di Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui sekitar 20% perdagangan minyak dunia.

Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari pihak Amerika Serikat maupun otoritas maritim internasional terkait klaim IRGC tersebut.


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU

[X]
×