Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Garda Revolusi Iran (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) mengklaim dua kapal tanker minyak mengalami ledakan dan tidak dapat melanjutkan pelayaran saat melintasi jalur selatan Selat Hormuz pada Senin (20/7/2026).
Baca Juga: Harga Emas Turun ke Dekat US$ 4.000, Dibayangi Inflasi dan Sikap Hawkish The Fed
Mengutip Reuters, IRGC menyatakan kedua kapal tersebut mencoba melewati jalur yang disebutnya tidak aman dan menuduh militer Amerika Serikat mendorong kapal-kapal tersebut menggunakan rute tersebut.
Namun, Reuters menyebut belum dapat memverifikasi secara independen klaim tersebut.
Dalam pernyataannya, IRGC tidak mengungkap identitas kapal, bendera yang digunakan, kewarganegaraan awak, maupun informasi mengenai kemungkinan korban jiwa akibat insiden tersebut.
IRGC juga memperingatkan bahwa Selat Hormuz akan tetap menjadi jalur yang tidak aman selama apa yang mereka sebut sebagai "agresi" Amerika Serikat di kawasan masih berlangsung.
Menurut IRGC, jalur tersebut tidak akan aman untuk pengiriman produk petrokimia, bahkan untuk "setetes pun minyak dan gas."
Baca Juga: Kapitalisasi Bursa China Susut US$ 1,48 triliun, Regulator dan Pelaku Pasar Bergerak
Selain itu, Garda Revolusi Iran memperingatkan militer Amerika Serikat agar bersiap menghadapi apa yang mereka sebut sebagai "operasi hukuman" (punitive operation).
Klaim tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat yang telah memicu kekhawatiran terhadap keamanan pelayaran di Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui sekitar 20% perdagangan minyak dunia.
Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari pihak Amerika Serikat maupun otoritas maritim internasional terkait klaim IRGC tersebut.













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_24062609492500.jpg)
