Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Regulator pasar modal China akan menggelar pertemuan dengan pelaku pasar pada Senin (20/7/2026) guna membahas langkah-langkah menjaga stabilitas pasar saham, setelah aksi jual besar-besaran menghapus kapitalisasi pasar sekitar 10 triliun yuan atau sekitar US$ 1,48 triliun dalam dua pekan terakhir.
Mengutip Reuters, China Securities Regulatory Commission (CSRC) mengundang para pelaku pasar untuk menyampaikan masukan terkait upaya mendorong perkembangan pasar modal yang stabil dan sehat.
Baca Juga: Harga Minyak Brent Tembus US$ 90, Konflik AS-Iran Ancam Pasokan Energi Global
Media pemerintah Securities Times melaporkan, pertemuan tersebut akan menjadi forum bagi regulator untuk mendengarkan usulan dari pelaku industri mengenai kebijakan yang diperlukan guna memulihkan kepercayaan investor.
Selain itu, China Securities Journal melaporkan CSRC juga akan menggelar serangkaian diskusi dengan perwakilan perusahaan sekuritas, manajer investasi, dan emiten dalam beberapa hari ke depan sebagai bahan penyusunan kebijakan stabilisasi pasar.
Dana Jumbo Masuk ke Pasar Saham
Langkah regulator dilakukan setelah pasar saham China mengalami tekanan hebat dalam dua pekan terakhir.
Baca Juga: Samsung Biologics Siapkan Akuisisi PolyPeptide Senilai US$ 1,81 Miliar
Selama akhir pekan, dua perusahaan investasi milik negara mengumumkan telah menggelontorkan sekitar 60 miliar yuan untuk membeli saham sebagai upaya menahan penurunan pasar.
Salah satunya, China Reform Holdings Corp, yang dimiliki pemerintah pusat China, menyatakan telah menginvestasikan 50 miliar yuan untuk membeli saham dan akan terus menambah kepemilikannya.
Perusahaan tersebut menegaskan tetap optimistis terhadap prospek pasar modal China dan berkomitmen mendukung inovasi teknologi serta pertumbuhan berkualitas perusahaan-perusahaan milik negara.
Sementara itu, China Chengtong Holdings Group mengungkapkan telah meningkatkan kepemilikan saham senilai hampir 10 miliar yuan, seraya menegaskan akan mengerahkan seluruh kemampuannya untuk menjaga stabilitas pasar modal.
Baca Juga: Bursa Asia Bergerak Hati-hati Senin (20/7), Minyak Tembus US$ 90 akibat Konflik Teluk
Saham Teknologi Jadi Korban Terbesar
Pasar saham China anjlok lebih dari 5% sepanjang pekan lalu.
Tekanan dipicu oleh kekhawatiran likuiditas menyusul rencana penawaran umum perdana (IPO) senilai US$ 8,6 miliar oleh produsen chip CXMT.
Baca Juga: De la Fuente: Kekompakan Jadi Kunci Spanyol Juara Dunia 2026
Sentimen negatif juga diperparah oleh aksi jual saham semikonduktor global serta memanasnya kembali konflik di Timur Tengah yang mengurangi minat investor terhadap aset berisiko.
Aksi jual paling tajam terjadi pada saham-saham teknologi. Indeks STAR Market di Shanghai telah merosot sekitar 25% dari puncaknya pada 1 Juli.













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_24062609492500.jpg)
