Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pasar saham Asia terguncang pada awal pekan ini setelah meningkatnya konflik di Timur Tengah memicu lonjakan harga minyak dan memukul minat investor terhadap aset berisiko.
Perdagangan Senin (9/3) menunjukkan tekanan kuat di pasar saham China dan Hong Kong. Indeks utama di kedua pasar itu merosot tajam seiring meningkatnya kekhawatiran bahwa konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran dapat mengganggu stabilitas ekonomi global.
Indeks Hang Seng di Hong Kong sempat anjlok sekitar 3% pada awal perdagangan dan menyentuh level terendah dalam enam bulan terakhir.
Baca Juga: Bursa Asia Labil Jumat (10/10) Pagi, Komoditas Istirahat Usai Reli, Yen Jadi Sorotan
Sementara itu, indeks saham unggulan China, CSI300, turun sekitar 2% hingga berada di level terendah sepanjang tahun ini. Indeks Komposit Shanghai juga ikut melemah sekitar 1,5%.
Tekanan di pasar saham turut diiringi pelemahan mata uang China. Yuan tercatat menyentuh level terlemah dalam satu bulan terhadap dolar AS yang kembali menguat.
Lonjakan harga minyak menjadi salah satu pemicu utama gejolak pasar. Harga energi melonjak setelah konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel dengan Iran semakin meluas.
Kondisi ini membuat sejumlah produsen minyak besar di Timur Tengah memangkas pasokan, sekaligus memicu kekhawatiran gangguan pengiriman minyak melalui Selat Hormuz—jalur vital perdagangan energi dunia.
Baca Juga: Bursa Saham Hong Kong dan Regulator Meminta Bank untuk Menjaga Kualitas Aplikasi IPO
Seorang pelaku pasar menilai gejolak geopolitik tersebut berpotensi menekan ekonomi global. “Kenaikan harga energi bisa berlangsung berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan,” ujarnya.
Prospek harga bahan bakar yang lebih mahal membuat investor semakin berhati-hati. Pasalnya, lonjakan biaya energi berisiko menekan daya beli konsumen dan meningkatkan biaya produksi perusahaan di seluruh dunia.
Kondisi ini memperbesar kekhawatiran bahwa konflik Timur Tengah dapat semakin melemahkan ekonomi global yang saat ini masih rapuh.













