Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Saham perancang chip kecerdasan buatan (AI) asal China, Shanghai Biren Technology, melonjak tajam pada debut perdananya di Bursa Hong Kong pada Jumat (2/1/2026).
Saham Biren dibuka menguat 82,1%, menandai pencatatan saham pertama di pusat keuangan Asia tersebut pada tahun 2026.
Saham Biren dibuka di level HK$35,7 per saham, jauh di atas harga penawaran umum perdana (IPO) sebesar HK$19,60.
Setelah pembukaan, saham perusahaan sempat melesat hingga mencapai HK$40.
Baca Juga: Bursa Australia 2026: Anjloknya Northern Star Picu Pelemahan ASX 200 di Awal Tahun
Kinerja kuat ini menyusul tahun gemilang pasar saham Hong Kong sepanjang 2025 dan mengindikasikan potensi gelombang IPO dari sektor AI dan semikonduktor pada 2026.
Tren ini sejalan dengan percepatan upaya China membangun alternatif chip domestik sebagai respons atas pembatasan ekspor teknologi dari Amerika Serikat.
Dalam IPO tersebut, Biren berhasil menghimpun dana sebesar HK$5,58 miliar atau sekitar US$717 juta dengan melepas 284,8 juta saham H pada harga tertinggi dalam kisaran penawaran.
Minat investor tercatat sangat tinggi. Permintaan dari investor institusi mencapai hampir 26 kali dari jumlah saham yang ditawarkan, sementara porsi ritel mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) sekitar 2.348 kali, berdasarkan dokumen bursa.
Dengan harga IPO tersebut, kapitalisasi pasar Biren tercatat mencapai HK$46,9 miliar, berdasarkan total 2,396 miliar saham yang beredar.
Baca Juga: Dolar AS Lesu di Awal 2026 Usai Catat Penurunan Terdalam dalam Delapan Tahun
Didirikan pada 2019, Biren mengembangkan unit pemrosesan grafis (GPU) serbaguna serta sistem komputasi cerdas untuk kebutuhan kecerdasan buatan dan komputasi berkinerja tinggi.
Perusahaan ini didirikan oleh Zhang Wen, mantan presiden SenseTime, serta Jiao Guofang yang sebelumnya berkarier di Qualcomm dan Huawei.
Nama Biren mulai mencuri perhatian pada 2022 lewat peluncuran chip BR100, yang diklaim sebagai pesaing domestik prosesor AI canggih buatan Nvidia asal Amerika Serikat.
Biren berencana menggunakan sebagian besar dana hasil IPO untuk kegiatan riset dan pengembangan serta komersialisasi produk, sebagaimana tercantum dalam prospektus perusahaan.
Namun demikian, perusahaan juga menyoroti sejumlah risiko, termasuk dampak pembatasan ekspor teknologi dari AS setelah Biren dimasukkan ke dalam daftar Entity List Washington pada Oktober 2023, yang membatasi aksesnya terhadap teknologi tertentu.
Baca Juga: Logam Mulia Mengawali Tahun Baru Menguat Usai Catat Rekor Sepanjang 2025
Selain itu, Biren menyoroti ketatnya persaingan di industri semikonduktor, namun melihat peluang besar dari dorongan kebijakan China untuk kemandirian teknologi dan dukungan pemerintah.
Adapun investor jangkar (cornerstone investors) dalam IPO ini antara lain 3W Fund, Qiming Venture Partners, dan Ping An Life Insurance.













