kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45700,06   2,33   0.33%
  • EMAS938.000 -0,85%
  • RD.SAHAM 0.36%
  • RD.CAMPURAN 0.15%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.14%

Iran memberi waktu selama dua bulan bagi Eropa untuk menyelamatkan kesepakatan nuklir


Kamis, 05 September 2019 / 19:15 WIB
Iran memberi waktu selama dua bulan bagi Eropa untuk menyelamatkan kesepakatan nuklir
ILUSTRASI. Presiden Iran Hassan Rouhani

Sumber: Reuters | Editor: Tendi

KONTAN.CO.ID - DUBAI. Presiden Iran Hassan Rouhani memberi waktu kepada negara-negara Eropa selama dua bulan untuk menyelamatkan kesepakatan nuklir yang dibuat tahun 2015 lalu.

Tetapi ia juga memperingatkan bahwa Teheran masih mempersiapkan untuk melakukan pelanggaran signifikan dari perjanjian tersebut yang akan memberikan efek luar biasa.

Baca Juga: China dan AS gelar pembicaraan tingkat tinggi bulan depan. Perang dagang mereda?

Seperti diberitakan Reuters, pernyataannya tersebut keluar saat para pejabat Iran memberikan sinyal beragam sebagai tanggapan terhadap proposal Prancis untuk menyelamatkan perjanjian tersebut.

Di mana dalam proposalnya, Prancis dengan menawarkan Iran sekitar US$ 15 miliar dalam bentuk kredit sampai akhir tahun jika Teheran mau mematuhi perjanjian tersebut.

Setelah pejabat senior Iran mengatakan akan mematuhi jika mendapat jumlah itu dalam jalur kredit atau penjualan minyak, Press TV yang dikelola pemerintah mengatakan Iran telah menolak proposal untuk pinjaman Uni Eropa tersebut.

Iran muncul dari isolasi ekonomi selama bertahun-tahun setelah menyetujui kesepakatan dengan sejumlah kekuatan dunia pada 2015 untuk mengekang program pengembangan nuklirnya dengan imbalan bantuan atas sanksi yang diterima. 

Baca Juga: Mengapa Hong Kong begitu penting bagi China?

Namun, Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah membatalkan kesepakatan tersebut pada tahun lalu dan kembali menerapkan sanksi pada Iran.

Teheran menanggapi hal tersebut dengan dua langkah terpisah yang melanggar beberapa ketentuan perjanjian. Meskipun pihaknya mengatakan masih ingin untuk menyelamatkan pakta tersebut.

Rouhani telah mengancam akan mengambil langkah-langkah lebih lanjut pada 5 September nanti, kecuali jika Perancis dan negara-negara Eropa lainnya menandatangani pakta tersebut untuk lebih melindungi Iran dari dampak hukuman AS.

"Saya pikir tidak mungkin bahwa kita akan mencapai hasil dengan Eropa pada hari ini atau besok. Eropa akan memiliki dua bulan lagi untuk memenuhi komitmennya," kata Rouhani.

Baca Juga: Perang dagang memukul AS, Trump: China akan lebih menderita

Ia menambahkan bahwa negaranya akan melanjutkan rencana untuk melanggar pakta lebih lanjut dan mempercepat aktivitas nuklirnya. "Langkah ketiga dalam mengurangi komitmen Iran akan menjadi yang paling penting dan akan memiliki efek luar biasa," lanjutnya.

Pejabat Iran awalnya mengatakan bahwa mereka mempertimbangkan rencana Perancis ketika berita itu muncul pada hari Selasa waktu setempat. 


Tag


TERBARU
Terpopuler

Close [X]
×