kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45950,15   -24,18   -2.48%
  • EMAS989.000 -0,20%
  • RD.SAHAM -0.20%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.12%

Italia akan Cabut Kebijakan Pembatasan Covid-19 pada 31 Maret


Jumat, 18 Maret 2022 / 10:02 WIB
Italia akan Cabut Kebijakan Pembatasan Covid-19 pada 31 Maret
ILUSTRASI. Orang-orang berjalan di dekat Colosseum tanpa mengenakan masker pada hari pemerintah Italia mencabut kewajiban memakai masker


Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - ROMA. Pemerintah Italia mengumumkan rencana untuk menghapus pembatasan akibat pandemi Covid-19, setelah lebih dari dua tahun penyakit itu pertama kali melanda negara tersebut, meskipun kasusnya masih meningkat.

Saat ini, banyak negara Eropa telah menghapus pembatasan Covid-19 mereka secara lebih agresif, dengan Prancis memilih untuk mencabut sebagian besar pembatasannya pada awal minggu ini.

Baca Juga: WHO Sebut Kasus Covid-19 Saat Ini Hanyalah Puncak Gunung Es, Ini Alasannya

Kabinet mengatakan sertifikat kesehatan Covid-19 tidak lagi diperlukan untuk mendapatkan akses ke beragam layanan, termasuk restoran, pusat kebugaran, dan transportasi umum, mulai 1 Mei.

Sementara, persyaratan bahwa siapa pun yang berusia di atas 50 tahun harus divaksinasi untuk memasuki tempat kerja mereka akan berakhir pada 1 April.

Keadaan darurat, yang memungkinkan otoritas publik untuk melewati birokrasi dan memberlakukan aturan melalui keputusan, akan berakhir pada 31 Maret. Mulai tanggal itu, dewan pakar yang memberi nasihat kepada pemerintah tentang Covid-19 akan dibubarkan.

"Ini adalah langkah-langkah penting yang menghapus hampir semua pembatasan yang membatasi kami," kata Perdana Menteri Mario Draghi dikutip dari Reuters, Jumat (18/3).

Italia adalah negara Barat pertama yang dilumpuhkan oleh penyakit ini dan sejauh ini telah mencatat 157.442 kematian, penghitungan tertinggi kedelapan di dunia.

Namun, penurunan infeksi baru-baru ini berakhir dengan tiba-tiba, dengan kasus meningkat pesat sejak awal bulan, seperti yang terjadi di banyak negara Eropa lainnya.

Baca Juga: China Tak Ingin Terkena Efek dari Sanksi Ekonomi Barat terhadap Rusia

Draghi memperingatkan bahwa pemerintah akan memberlakukan kembali pembatasan jika perlu, tetapi menyatakan keyakinannya pada vaksinasi, dengan mengatakan bahwa mereka telah menyelamatkan sekitar 80.000 nyawa pada 2021

Hampir 84% orang Italia telah menerima dua dosis vaksin yang direkomendasikan, sementara hampir 65% orang telah menerima suntikan ketiga.

Menteri Kesehatan Roberto Speranza mengatakan tidak ada bukti saat ini yang menunjukkan bahwa dosis keempat diperlukan, tetapi mengatakan pemerintah tetap mempertimbangkan untuk memberikannya kepada orang tua.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Financial Modeling & Corporate Valuation Fundamental Supply Chain Planner Development Program (SCPDP)

[X]
×