kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45974,33   -17,61   -1.78%
  • EMAS991.000 0,71%
  • RD.SAHAM -0.20%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.12%

Italia Mengucurkan Paket Stimulus US$ 14 Miliar Saat Prospek Ekonomi Suram


Selasa, 03 Mei 2022 / 07:15 WIB
Italia Mengucurkan Paket Stimulus US$ 14 Miliar Saat Prospek Ekonomi Suram


Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - ROMA. Dalam upaya melindungi warganya dari lonjakan biaya energi karena perang di Ukraina yang membayangi prospek pertumbuhan ekonomi, pemerintah Italia meluncurkan paket stimulus yang tergolong besar.

Dekrit yang disetujui oleh kabinet Mario Draghi itu bakal menyebarkan dana hingga € 14 miliar atau setara US$ 14,71 miliar, mulai dari jaminan negara atas pinjaman bank hingga bonus satu kali sebesar € 200 untuk jutaan orang Italia berpenghasilan rendah dan menengah.

Dalam konferensi persnya, Perdana Menteri Italia Mario Draghi bilang bahwa langkah-langkah tersebut untuk mengatasi semua masalah biaya hidup yang telah merugikan negara dengan ekonomi terbesar ketiga di Eropa tersebut, sambil menambahkan bahwa dia siap untuk mengambil tindakan lebih lanjut jika perlu.

"Komitmen pemerintah untuk mendukung ekonomi, keluarga, dan perusahaan tetap kuat, teguh, dan tegas." ujar Draghi dikutip dari Reuters, Selasa (3/5).

Baca Juga: Jerman: Kami Tidak akan Cabut Sanksi kecuali Putin Capai Kesepakatan dengan Ukraina

Italia, yang sangat bergantung pada Rusia untuk kebutuhan energinya, telah melihat prospek pertumbuhannya memburuk tajam sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 24 Februari. Ekonomi berkontraksi 0,2% pada kuartal pertama dari tiga bulan sebelumnya. Penurunan produk domestik bruto membuat Italia menjadi outlier di Zona Euro, yang mencatat kenaikan PDB rata-rata 0,2%.

Sekitar € 6 miliar dari paket stimulus tersebut akan didanai dengan mengenakan pajak atas keuntungan ekstra dari perusahaan energi karena melonjaknya harga minyak dan gas.

Menteri Ekonomi Daniele Franco mengatakan pungutan satu kali 10% saat ini pada produsen dan penjual produk listrik, gas alam dan bensin akan dinaikkan menjadi 25%. Secara total, pemerintah mengharapkan pendapatan € 10 miliar dari pajak tahun ini.

Baca Juga: Warren Buffett Mengakuisisi 9,5% Saham Produsen Game Call of Duty dan Candy Crush

Tambahan € 6 miliar akan diambil dari kelonggaran anggaran yang diumumkan pada bulan April sebagai akibat dari pendapatan pajak yang lebih tinggi dan pengeluaran yang lebih rendah dari perkiraan semula. Sekitar € 3 miliar dari paket pengeluaran terbaru akan digunakan untuk membantu perusahaan konstruksi mengatasi biaya bahan baku dan harga energi yang tinggi tahun ini.

Paket tersebut juga mencakup langkah-langkah yang bertujuan untuk mengatasi ketergantungan Italia pada gas Rusia pada pertengahan 2024, termasuk memperpanjang umur empat pembangkit listrik tenaga batu bara hingga dua tahun dan mempercepat peluncuran sumber daya terbarukan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×