kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45767,97   -12,34   -1.58%
  • EMAS1.024.000 0,10%
  • RD.SAHAM 0.16%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Jack Ma bongkar strategi investasi CEO Softbank di Startup


Jumat, 06 Desember 2019 / 23:45 WIB
Jack Ma bongkar strategi investasi CEO Softbank di Startup
ILUSTRASI. Jack Ma bongkar strategi investasi CEO Softbank di Startup

Reporter: Titis Nurdiana | Editor: Handoyo .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA.  Pendiri dan Chief Executive Officer (CEO) Softbank Group Corp. Masayoshi Son memang bernyali besar di bisnis start up. Bos Softbank Son baru-baru ini  membenamkan dana talangan untuk usaha startup WeWork. 

Deretan startup banyak dimiliki Softbank. Gurita bisnis Softbank jauh ke banyak negara. Nah, Jack Ma, Co  Founder Alibaba Group punya cerita menarik atas CEO Softbank Son.

Baca Juga: Hadapi 2020, Unicorn Indonesia dituntut makin profesional

Dikutip dari Reuters (6/12), Jack Ma bercerita, beberapa minggu setelah memberikan dana talangan untuk WeWork, pendiri dan CEO Softbank  menegaskan keyakinannya terhadap bisnis start up yang potensial.  

Dalam diskusi dengan Jack Ma, kata Co Founder Alibaba itu, Son yakin dengan nalurinya saat memutuskan masuk dalam usaha rintisan atau startup.  "Kami (saya dan Ma) adalah binatang yang sama. Kami berdua sedikit gila, tapi kami yakin atas apa yang ingin kami masuki. Dan saya bisa merasakan itu, " kata Son,seperti cerita Jack Ma.

Naluri menjadi kunci investasi bos Softbank, seperti diceritakan Ma.

Baca Juga: Nominasi Grammy Awards 2020 diumumkan, berikut daftar lengkapnya

SoftBank saat ini menguasai saham Alibaba Cina sekitar 26% dengan nilai investasi awal mencapai $5 juta pada tahun 2000. Kepemilikan sahamnya sekarang bernilai lebih dari kapitalisasi pasar perusahaan Jepang itu sendiri.  Dan, "Keputusan investasi Son di Alibaba didorong oleh keyakinan," tandas Ma menceritakan diskusinya dengan Son.

Jack Ma mengatakan, awalnya Son mencoba menginvestasikan dana senilai US$ 50 juta di Alibaba, perusahaan e-commerce itu.  Tapi Jack Ma menolak dengan mengatakan bahwa nilai tersebut  terlalu besar. 

Kata Ma, ini pula yang lakukan Son lagi kepada Co-Founder WeWork Adam Neumann. Berbekalkenyakinan, Son menawarkan  pola yang sama menggunakan saat masuk Alibaba saat itu. "Son mungkin punya nyali terbesar di dunia dalam berinvestasi," ujar Ma.

Baca Juga: China warns of retaliation after Trump threatens fresh tariffs

Sahut Son, "Nyali saya barangkali yang terlalu besar, akibatnya terkadang saya kehilangan banyak uang," jawab Son, seperti saat berbincang dengan Ma pada Jumat petang itu.




TERBARU

[X]
×