kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.631.000   29.000   1,11%
  • USD/IDR 16.870   24,00   0,14%
  • IDX 8.885   -52,03   -0,58%
  • KOMPAS100 1.226   -2,75   -0,22%
  • LQ45 867   -1,47   -0,17%
  • ISSI 324   0,11   0,04%
  • IDX30 441   1,22   0,28%
  • IDXHIDIV20 520   3,38   0,65%
  • IDX80 136   -0,29   -0,21%
  • IDXV30 144   0,32   0,22%
  • IDXQ30 142   1,10   0,79%

Jaksa Selidiki Jerome Powell, Independensi The Fed Terancam Tekanan Politik


Senin, 12 Januari 2026 / 13:17 WIB
Jaksa Selidiki Jerome Powell, Independensi The Fed Terancam Tekanan Politik
Jerome Powell (KONTAN/The Fed). Penyelidikan pidana Ketua The Fed Jerome Powell mengejutkan AS. Ia menyebut kasus ini sebagai konsekuensi tekanan politik soal suku bunga.


Sumber: CNN | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Jaksa federal Amerika Serikat membuka penyelidikan pidana terhadap Ketua Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell terkait kesaksiannya di hadapan Kongres pada Juni lalu mengenai proyek renovasi kantor pusat bank sentral senilai US$ 2,5 miliar di Washington DC.

Langkah hukum yang mengejutkan ini langsung memicu kekhawatiran luas, karena dinilai memperdalam konflik terbuka antara pemerintahan Presiden Donald Trump dan bank sentral yang selama ini dikenal independen dari kekuasaan politik.

Powell secara terbuka mengaitkan penyelidikan tersebut dengan sikap The Fed yang tidak sejalan dengan keinginan Gedung Putih soal suku bunga. 

Dalam pernyataan video pada Minggu malam, Powell menyebut ancaman pidana itu sebagai konsekuensi dari tekanan politik yang terus-menerus dialamatkan kepadanya.

Baca Juga: Profil Jerome Powell: Bos The Fed yang Ingin Dipecat Donald Trump

“Ancaman tuntutan pidana ini muncul karena The Fed menetapkan suku bunga berdasarkan penilaian terbaik demi kepentingan publik, bukan mengikuti preferensi Presiden,” ujar Powell.

Menurut Powell, kasus ini menyentuh inti persoalan independensi bank sentral. Ia menegaskan bahwa penyelidikan tersebut berpotensi menjadi bentuk intimidasi agar kebijakan moneter tunduk pada tekanan politik.

“Ini tentang apakah The Fed masih bisa menetapkan suku bunga berdasarkan data dan kondisi ekonomi, atau justru diarahkan oleh tekanan dan intimidasi politik,” katanya.

Departemen Kehakiman AS (DOJ) enggan berkomentar rinci. Juru bicara DOJ, Chad Gilmartin, hanya menyatakan bahwa jaksa agung ingin memprioritaskan penyelidikan atas dugaan penyalahgunaan dana pembayar pajak. Gedung Putih merujuk CNN pada pernyataan tersebut.

Baca Juga: Jerome Powell Isyaratkan The Fed Pangkas Suku Bunga pada September 2025

Presiden Trump, dalam wawancara dengan NBC News, mengaku tidak mengetahui adanya penyelidikan tersebut. Namun, ia kembali melontarkan kritik terhadap Powell. 

“Saya tidak tahu soal itu, tapi dia jelas tidak bagus memimpin The Fed, dan juga tidak bagus membangun gedung,” kata Trump.

Tekanan Politik yang Berlarut

Selama setahun terakhir, Trump dan sekutunya berulang kali menyerang Powell karena menilai The Fed tidak cukup agresif memangkas suku bunga. Meski bank sentral telah menurunkan suku bunga tiga kali pada paruh kedua tahun lalu, pejabat The Fed belakangan menyatakan belum melihat urgensi pemangkasan lanjutan.




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×