CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.018,33   10,53   1.04%
  • EMAS995.000 0,00%
  • RD.SAHAM -0.30%
  • RD.CAMPURAN -0.02%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.01%

Jam Malam Dicabut, Warga Sri Lanka Rayakan Waisak di Tengah Krisis


Minggu, 15 Mei 2022 / 15:05 WIB
Jam Malam Dicabut, Warga Sri Lanka Rayakan Waisak di Tengah Krisis
ILUSTRASI. Sri Lanka. REUTERS/Dinuka Liyanawatte TPX IMAGES OF THE DAY


Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - KOLOMBO. Jam malam nasional di Sri Lanka resmi dicabut pada Minggu (15/5), yang memungkinkan warga Sri Lanka merayakan festival Waisak. Sementara itu Perdana Menteri baru Ranil Wickremesinghe membentuk kabinet untuk menyelesaikan krisis ekonomi dan politik di negara itu.

Mengutip Reuters, Minggu (15/5), jam malam diberlakukan di Sri Lanka pada 9 Mei setelah bentrokan mematikan yang memaksa Mahinda Rajapaksa mengundurkan diri dari kursi perdana menteri, meninggalkan saudaranya Gotabaya Rajapaksa untuk memerintah sebagai presiden.

Banyak gedung-gedung publik dan swasta mengibarkan bendera Buddhis warna-warni, sementara penduduk mengunjungi kuil-kuil berpakaian serba putih untuk festival hari Minggu, yang memperingati kelahiran, pencerahan, dan kematian Sang Buddha.

Baca Juga: Sri Lanka Krisis, Banyak Warganya Melarikan Diri dari Kolombo

Lebih dari sebulan protes anti-pemerintah yang didominasi damai berubah menjadi kekerasan pada awal pekan lalu ketika pendukung mantan perdana menteri menyerbu sebuah kamp protes di Kolombo, membakar tenda dan memukuli pengunjuk rasa. Bentrokan, dan pembalasan terhadap tokoh pemerintah, menyebabkan 9 tewas dan lebih dari 300 terluka.

Perdana menteri baru Wickremesinghe, yang telah memimpin negara itu lima kali sebelumnya, menunjuk kabinet pertamanya pada hari Sabtu.

Sebagai satu-satunya anggota parlemen dari Partai Persatuan Nasional di parlemen negara itu, ia bergantung pada dukungan dari Rajapaksa Sri Lanka Podujana Peramuna untuk membentuk pemerintahan.

Empat penunjukan kabinet hari Sabtu, yang semuanya dari partai Rajapaksa, telah gagal memuaskan para pengunjuk rasa, yang menginginkan keluarga itu disingkirkan dari politik negara.

Sri Lanka berada di tengah-tengah krisis ekonomi terburuk sejak kemerdekaan pada tahun 1948, dengan inflasi yang merajalela dan kekurangan bahan bakar dan kebutuhan lainnya akibat pukulan pandemi, kenaikan harga minyak dan pemotongan pajak populis oleh pemerintah Rajapaksa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Data Analysis with Excel Pivot Table Supply Chain Management on Distribution Planning (SCMDP)

[X]
×