kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Jebloknya Bursa Global Buat Harga Emas Rebound


Rabu, 12 November 2008 / 11:45 WIB


Sumber: Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

SINGAPURA. Setelah sempat mengalami penurunan kemarin, kini, harga emas kembali naik. Anjloknya pasar modal global dan turunnya harga minyak dunia membuat permintaan si kuning mentereng ini semakin meningkat.

Saat ini, kontrak harga emas untuk pengantaran cepat mengalami kenaikan 0,5% menjadi US$ 735,53 per troy ounce. Pada pukul 09.36 waktu Singapura tadi, emas diperdagangkan pada posisi US$ 734,90. Sekadar mengingatkan, kemarin, emas mengalami penurunan dan sempat menyentuh level terendah US$ 727,51 per troy ounce.

“Kami melihat, permintaan fisik akan emas muncul pada saat harga emas berada di bawah US$ 750. Masih banyak ketidakpastian yang diakibatkan perlambatan ekonomi dan banyak yang ingin menyimpan emas sebagai investasi,” jelas Ronald Leung, director Lee Cheong Gold Dealers (Hongkong) Ltd.

Memang, sudah dua hari ini, saham-saham di Amerika Serikat (AS) terus mengalami kemerosotan. Anjloknya indeks Dow Jones disebabkan merosotnya pendapatan perusahaan dan penurunan harga minyak di bawah US$ 60 per barel. Hal ini menambah kekhawatiran para pelaku pasar bahwa terjadinya resesi global akan semakin memangkas permintaan akan emas dan bahan-bahan baku lain.

“Emas sepertinya akan terus berada pada kisaran US$ 720 hingga US$ 770 untuk sementara waktu. Faktor-faktor yang menyebabkan naiknya harga emas, minyak, dolar dan saham dalam beberapa bulan belakangan akan terus menentukan arah pergerakan harga,” ujar Leung.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×