kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.120.000   -48.000   -1,52%
  • USD/IDR 16.805   19,00   0,11%
  • IDX 8.330   97,40   1,18%
  • KOMPAS100 1.165   25,83   2,27%
  • LQ45 834   20,52   2,52%
  • ISSI 298   2,18   0,74%
  • IDX30 430   8,24   1,96%
  • IDXHIDIV20 510   9,16   1,83%
  • IDX80 129   2,93   2,32%
  • IDXV30 139   2,61   1,92%
  • IDXQ30 139   3,06   2,26%

Jelang IPO, SpaceX untuk Pertama Kali Merilis Kinerja, Raup Laba US$ 8 Miliar


Sabtu, 31 Januari 2026 / 05:30 WIB
Jelang IPO, SpaceX untuk Pertama Kali Merilis Kinerja, Raup Laba US$ 8 Miliar
ILUSTRASI. SPACE-EXPLORATION/SPACEX ( REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. SpaceX menghasilkan sekitar US$ 8 miliar keuntungan dari pendapatan US$ 15 miliar hingga US$ 16 miliar di tahun lalu. Laporan ini memberikan wawasan baru tentang kesehatan keuangan perusahaan antariksa Elon Musk yang diperkirakan akan go public akhir tahun ini.

Laporan keuangan SpaceX terbaru, yang belum pernah dilaporkan sebelumnya, membuat beberapa bank memperkirakan bahwa perusahaan tersebut dapat mengumpulkan lebih dari US$ 50 miliar dengan valuasi melebihi US$ 1,5 triliun, kata sumber Reuters yang meminta namanya dirahasiakan.

Reuters melaporkan pada Kamis (29/1/2026), SpaceX juga sedang bernegosiasi dengan perusahaan kecerdasan buatan milik Musk, xAI, tentang penggabungan menjelang penawaran perdana saham (IPO).

SpaceX tidak segera menanggapi permintaan komentar soal ini.

Baca Juga: Perusahaan Elon Musk, SpaceX, Akan Gelar IPO Saat Posisi Jupiter dan Venus Sejajar

Angka laba SpaceX tersebut adalah laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi, ukuran utama kinerja operasional. Sistem internet berbasis satelit milik Musk, Starlink, adalah penggerak pendapatan utama, menyumbang sekitar 50% hingga 80% dari total.

Peluncuran cepat 9.500 satelit Starlink sejak 2019 telah menjadikan SpaceX sebagai operator satelit terbesar di dunia dengan lebih dari 9 juta pengguna layanan internet broadband.

Layanan internet ini, bersama dengan kontrak pemerintah yang terkait dengan Starlink dan jaringan satelit kelas militer Starshield, telah menghasilkan pendapatan utama untuk membantu mendanai pengembangan roket Starship generasi berikutnya yang ingin digunakan Musk untuk meluncurkan lebih banyak satelit Starlink yang lebih canggih ke orbit.

Perusahaan tersebut membeli hak spektrum nirkabel senilai US$ 19 miliar dari EchoStar tahun lalu seiring dengan perluasan Starlink ke pasar koneksi langsung ke perangkat, di mana ponsel dapat terhubung langsung dengan satelit Starlink tanpa memerlukan terminal pengguna Starlink.

Perusahaan satelit dan roket itu berencana melakukan IPO terbesar di dunia, bertepatan dengan ulang tahun Musk yang ke-55 pada 28 Juni, kata sumber tersebut.

Musk berharap Starship, yang telah melakukan uji peluncuran sebanyak 11 kali sejak 2023, akan mulai meluncurkan muatan ke luar angkasa tahun ini. Miliarder itu berharap dapat menggunakan Starship untuk akhirnya meluncurkan pusat data AI berbasis luar angkasa, sebuah upaya berisiko dan baru yang terkait dengan rencana penggabungan perusahaan dengan xAI.

Baca Juga: Jadi IPO Terbesar, SpaceX Gandeng 4 Bank Wall Street untuk Bantu IPO di 2026

Selanjutnya: Prakiraan Cuaca Jabar: BMKG Rilis Peringatan Hujan Lebat Hari Sabtu (31/1)

Menarik Dibaca: Promo JSM Alfamidi 29 Januari-1 Februari 2026, Durian Monthong Lokal Lebih Murah




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×