Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Kapal Hondius membawa mayoritas penumpang asal Inggris, Amerika Serikat, dan Spanyol. Kapal pesiar mewah itu berangkat dari ujung selatan Argentina pada akhir Maret.
Pelayaran ini mengunjungi Semenanjung Antarktika, South Georgia, serta Tristan da Cunha, sejumlah pulau paling terpencil di dunia.
Paket perjalanan dipasarkan sebagai ekspedisi alam Antarktika, dengan harga kabin berkisar 14.000 hingga 22.000 euro (sekitar US$16.000 hingga US$25.000).
Penumpang pertama yang meninggal adalah pria Belanda pada 11 April. Jenazahnya tetap berada di kapal hingga 24 April, sebelum diturunkan di St Helena. Istrinya ikut dalam proses pemulangan tersebut, menurut Oceanwide Expeditions.
Sang istri, yang saat diturunkan mengalami gangguan pencernaan, kemudian memburuk dalam penerbangan menuju Johannesburg. Ia meninggal dunia setibanya di unit gawat darurat pada 26 April, menurut WHO. WHO menambahkan pelacakan kontak sedang dilakukan terhadap penumpang dalam penerbangan tersebut.
Otoritas Afrika Selatan mengonfirmasi pasien asal Inggris yang kini dirawat di rumah sakit Johannesburg telah dinyatakan positif hantavirus. Pemerintah Belanda juga mengonfirmasi virus tersebut pada perempuan Belanda yang meninggal.
Lembaga Penyakit Menular Nasional Afrika Selatan sedang melakukan pengurutan genetik (sequencing) virus tersebut, dengan hasil yang mungkin keluar pada Rabu, kata Van Kerkhove.
WHO menyebut Argentina merupakan negara dengan kasus terbanyak di kawasan Amerika, dengan tingkat kematian sekitar 32% (data WHO Desember lalu), lebih tinggi dibanding rata-rata serta dibanding strain hantavirus lainnya.
Tabel Ringkasan Kasus Hantavirus di Kapal MV Hondius
| Kategori | Data |
|---|---|
| Total kasus | 7 kasus (terkonfirmasi atau suspek) |
| Korban meninggal | 3 orang |
| Pasien kritis | 1 orang (warga Inggris, ICU di Afrika Selatan) |
| Kru butuh perawatan darurat | 2 orang |
| Kasus ringan | 1 orang (demam ringan) |
| Jumlah orang di kapal | Sekitar 150 orang |
Tonton: UEA Resmi Keluar dari OPEC! Strategi Baru Guncang Pasar Minyak Dunia
Tabel Kronologi Kejadian Utama
| Tanggal | Peristiwa |
|---|---|
| Akhir Maret | Kapal berangkat dari Ushuaia, Argentina |
| 11 April | Penumpang pria Belanda meninggal di kapal |
| 24 April | Jenazah diturunkan di St Helena |
| 26 April | Istri korban meninggal di Johannesburg |
| 5 Mei | WHO curigai penularan antar manusia; evakuasi disiapkan |













