kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.536   36,00   0,21%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Jelaskan Risiko Penularan Hantavirus di Kapal Pesiar, WHO: Kami Tahu Anda Takut


Rabu, 06 Mei 2026 / 05:28 WIB
Jelaskan Risiko Penularan Hantavirus di Kapal Pesiar, WHO: Kami Tahu Anda Takut
ILUSTRASI. WHO mencurigai adanya penularan hantavirus yang langka dari manusia ke manusia di antara kontak sangat dekat di atas sebuah kapal pesiar mewah. (REUTERS/Denis Balibouse)


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Kapal Hondius membawa mayoritas penumpang asal Inggris, Amerika Serikat, dan Spanyol. Kapal pesiar mewah itu berangkat dari ujung selatan Argentina pada akhir Maret.

Pelayaran ini mengunjungi Semenanjung Antarktika, South Georgia, serta Tristan da Cunha, sejumlah pulau paling terpencil di dunia.

Paket perjalanan dipasarkan sebagai ekspedisi alam Antarktika, dengan harga kabin berkisar 14.000 hingga 22.000 euro (sekitar US$16.000 hingga US$25.000).

Penumpang pertama yang meninggal adalah pria Belanda pada 11 April. Jenazahnya tetap berada di kapal hingga 24 April, sebelum diturunkan di St Helena. Istrinya ikut dalam proses pemulangan tersebut, menurut Oceanwide Expeditions.

Sang istri, yang saat diturunkan mengalami gangguan pencernaan, kemudian memburuk dalam penerbangan menuju Johannesburg. Ia meninggal dunia setibanya di unit gawat darurat pada 26 April, menurut WHO. WHO menambahkan pelacakan kontak sedang dilakukan terhadap penumpang dalam penerbangan tersebut.

Otoritas Afrika Selatan mengonfirmasi pasien asal Inggris yang kini dirawat di rumah sakit Johannesburg telah dinyatakan positif hantavirus. Pemerintah Belanda juga mengonfirmasi virus tersebut pada perempuan Belanda yang meninggal.

Lembaga Penyakit Menular Nasional Afrika Selatan sedang melakukan pengurutan genetik (sequencing) virus tersebut, dengan hasil yang mungkin keluar pada Rabu, kata Van Kerkhove.

WHO menyebut Argentina merupakan negara dengan kasus terbanyak di kawasan Amerika, dengan tingkat kematian sekitar 32% (data WHO Desember lalu), lebih tinggi dibanding rata-rata serta dibanding strain hantavirus lainnya.

Tabel Ringkasan Kasus Hantavirus di Kapal MV Hondius

Kategori Data
Total kasus 7 kasus (terkonfirmasi atau suspek)
Korban meninggal 3 orang
Pasien kritis 1 orang (warga Inggris, ICU di Afrika Selatan)
Kru butuh perawatan darurat 2 orang
Kasus ringan 1 orang (demam ringan)
Jumlah orang di kapal Sekitar 150 orang

Tonton: UEA Resmi Keluar dari OPEC! Strategi Baru Guncang Pasar Minyak Dunia

Tabel Kronologi Kejadian Utama

Tanggal Peristiwa
Akhir Maret Kapal berangkat dari Ushuaia, Argentina
11 April Penumpang pria Belanda meninggal di kapal
24 April Jenazah diturunkan di St Helena
26 April Istri korban meninggal di Johannesburg
5 Mei WHO curigai penularan antar manusia; evakuasi disiapkan
 


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×