kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.519   19,00   0,11%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Jelaskan Risiko Penularan Hantavirus di Kapal Pesiar, WHO: Kami Tahu Anda Takut


Rabu, 06 Mei 2026 / 05:28 WIB
Jelaskan Risiko Penularan Hantavirus di Kapal Pesiar, WHO: Kami Tahu Anda Takut
ILUSTRASI. WHO mencurigai adanya penularan hantavirus yang langka dari manusia ke manusia di antara kontak sangat dekat di atas sebuah kapal pesiar mewah. (REUTERS/Denis Balibouse)


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Selasa (5/5/2026) menyatakan pihaknya mencurigai adanya penularan hantavirus yang langka dari manusia ke manusia di antara kontak sangat dekat di atas sebuah kapal pesiar mewah, setelah muncul tujuh kasus terkonfirmasi atau suspek.

Mengutip Reuters, penularan hantavirus dari manusia ke manusia tergolong jarang. WHO kembali menegaskan bahwa risiko penyebaran ke masyarakat luas masih rendah, mengingat penyakit ini biasanya menular melalui kontak dengan hewan pengerat (rodent) yang terinfeksi.

Pejabat terkait menyebut sepasang suami istri asal Belanda dan seorang warga negara Jerman telah meninggal dunia. Sementara seorang warga Inggris telah dievakuasi dari kapal dan kini dirawat di unit perawatan intensif di Afrika Selatan.

Operator kapal berbendera Belanda MV Hondius, Oceanwide Expeditions, mengatakan dua kru membutuhkan perawatan medis mendesak. Sementara satu orang lain yang diduga terinfeksi hanya melaporkan gejala demam ringan.

Belanda Siapkan Evakuasi Medis

Kementerian Luar Negeri Belanda menyatakan tengah menyiapkan evakuasi medis tiga orang dari kapal yang kini berlabuh di lepas pantai Cape Verde.

Cape Verde yang berada di Samudra Atlantik lepas Afrika Barat semula merupakan tujuan akhir kapal tersebut, namun negara itu tidak mengizinkan kapal merapat dan menurunkan penumpang karena adanya wabah.

Baca Juga: Trump: Iran Harus Kibarkan Bendera Putih, Klaim Kekuatan Militer Teheran Melemah

Oceanwide Expeditions menyebut dua pesawat medis khusus sedang menuju Cape Verde untuk proses evakuasi, meski belum ada jadwal pasti.

Belum jelas kapan dan di mana sekitar 150 orang lainnya yang masih berada di kapal akan diturunkan. Namun perusahaan menyatakan sedang berdiskusi dengan otoritas Gran Canaria dan Tenerife untuk kemungkinan kapal berlabuh di sana. Dua pulau di Kepulauan Canary tersebut berjarak sekitar tiga hari pelayaran dari Cape Verde.

Kementerian Kesehatan Spanyol sebelumnya menyatakan tidak melihat perlunya kapal singgah di Kepulauan Canary apabila seluruh pasien yang sakit sudah dievakuasi di Cape Verde, kecuali jika muncul kasus baru. Juru bicara kementerian menolak berkomentar lebih lanjut. Kepala pemerintah regional Kepulauan Canary menyebut langkah paling masuk akal adalah kapal kembali ke Belanda.

WHO: “Kami Tahu Anda Takut”

Orang biasanya terinfeksi hantavirus melalui kontak dengan tikus atau hewan pengerat yang terinfeksi, termasuk urin, kotoran, atau air liurnya.

Namun, penyebaran terbatas antar manusia pada kontak dekat pernah terjadi dalam beberapa wabah sebelumnya, khususnya pada strain Andes yang ditemukan di Amerika Selatan, termasuk Argentina. WHO menduga strain tersebut mungkin terlibat dalam kasus ini, dan pengujian masih berlangsung. Kapal Hondius diketahui berangkat dari Ushuaia di Argentina selatan pada Maret.

WHO menyebut pihaknya mendapat laporan bahwa tidak ada tikus di kapal.

“Kami percaya mungkin ada penularan dari manusia ke manusia di antara kontak sangat dekat, seperti suami istri atau orang yang berbagi kabin,” kata Maria Van Kerkhove, Direktur Kesiapsiagaan dan Pencegahan Epidemi dan Pandemi WHO, kepada wartawan di Jenewa.

Van Kerkhove menyebut fokus saat ini adalah mengevakuasi dua penumpang yang sakit dan masih berada di kapal, kemudian kapal melanjutkan perjalanan ke Kepulauan Canary.

“Kami sudah mendengar dari cukup banyak orang di kapal. Kami ingin Anda tahu kami bekerja dengan operator kapal dan negara asal Anda. Kami mendengar Anda, kami tahu Anda takut,” kata Van Kerkhove, seraya menambahkan bahwa WHO bekerja keras untuk memulangkan penumpang dengan aman.

Baca Juga: Bukan Chatbot Biasa! Meta Uji Asisten AI yang Bisa Bertindak Sendiri

WHO menilai dugaan awalnya, kasus pertama pada pasangan Belanda yang bergabung di Argentina kemungkinan sudah terinfeksi sebelum naik kapal, setelah sebelumnya melakukan perjalanan di negara tersebut.

Namun, kasus lain juga mungkin terinfeksi saat mengikuti perjalanan pengamatan burung ke pulau-pulau yang menjadi habitat burung dan hewan pengerat sebagai bagian dari paket wisata kapal.

Perjalanan Dimulai dari Argentina Selatan

Kapal Hondius membawa mayoritas penumpang asal Inggris, Amerika Serikat, dan Spanyol. Kapal pesiar mewah itu berangkat dari ujung selatan Argentina pada akhir Maret.

Pelayaran ini mengunjungi Semenanjung Antarktika, South Georgia, serta Tristan da Cunha, sejumlah pulau paling terpencil di dunia.

Paket perjalanan dipasarkan sebagai ekspedisi alam Antarktika, dengan harga kabin berkisar 14.000 hingga 22.000 euro (sekitar US$16.000 hingga US$25.000).

Penumpang pertama yang meninggal adalah pria Belanda pada 11 April. Jenazahnya tetap berada di kapal hingga 24 April, sebelum diturunkan di St Helena. Istrinya ikut dalam proses pemulangan tersebut, menurut Oceanwide Expeditions.

Sang istri, yang saat diturunkan mengalami gangguan pencernaan, kemudian memburuk dalam penerbangan menuju Johannesburg. Ia meninggal dunia setibanya di unit gawat darurat pada 26 April, menurut WHO. WHO menambahkan pelacakan kontak sedang dilakukan terhadap penumpang dalam penerbangan tersebut.

Otoritas Afrika Selatan mengonfirmasi pasien asal Inggris yang kini dirawat di rumah sakit Johannesburg telah dinyatakan positif hantavirus. Pemerintah Belanda juga mengonfirmasi virus tersebut pada perempuan Belanda yang meninggal.

Lembaga Penyakit Menular Nasional Afrika Selatan sedang melakukan pengurutan genetik (sequencing) virus tersebut, dengan hasil yang mungkin keluar pada Rabu, kata Van Kerkhove.

WHO menyebut Argentina merupakan negara dengan kasus terbanyak di kawasan Amerika, dengan tingkat kematian sekitar 32% (data WHO Desember lalu), lebih tinggi dibanding rata-rata serta dibanding strain hantavirus lainnya.

Tabel Ringkasan Kasus Hantavirus di Kapal MV Hondius

Kategori Data
Total kasus 7 kasus (terkonfirmasi atau suspek)
Korban meninggal 3 orang
Pasien kritis 1 orang (warga Inggris, ICU di Afrika Selatan)
Kru butuh perawatan darurat 2 orang
Kasus ringan 1 orang (demam ringan)
Jumlah orang di kapal Sekitar 150 orang

Tonton: UEA Resmi Keluar dari OPEC! Strategi Baru Guncang Pasar Minyak Dunia

Tabel Kronologi Kejadian Utama

Tanggal Peristiwa
Akhir Maret Kapal berangkat dari Ushuaia, Argentina
11 April Penumpang pria Belanda meninggal di kapal
24 April Jenazah diturunkan di St Helena
26 April Istri korban meninggal di Johannesburg
5 Mei WHO curigai penularan antar manusia; evakuasi disiapkan
 


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×