Jepang berambisi kembangkan jet tempur tak berawak untuk saingi China

Senin, 04 Januari 2021 | 12:55 WIB Sumber: Nikkei
Jepang berambisi kembangkan jet tempur tak berawak untuk saingi China

ILUSTRASI. Jet tempur F-35A Lightning II milik Angkatan Udara Jepang.

KONTAN.CO.ID - TOKYO. Jepang dikabarkan sudah memulai proses pengembangan jet tempur tak berawak sebelum siap ditugaskan pada tahun 2035 mendatang,  Pengembangan armada udara baru ini dinilai sebagai jawaban Jepang atas kemajuan China dalam teknologi militer.

Melansir dari Nikkei, perusahaan Subaru dan Mitsubishi ikut berpartisipasi dalam penelitian yang diperlukan untuk menciptakan jet tempur tak berawak tersebut.

Kedua perusahaan akan berbagi tugas yang berbeda. Dilaporkan bahwa Mitsubishi akan merancang sistem berbagi informasi antar pesawat, sementara Subaru akan mengembangkan kemampuan kendali jarak jauh dan penerbangan.

Laporan dari Nikkei pada hari Jumat (31/12) lalu juga menyebutkan bahwa Jepang masih mungkin menjalin kerja sama dengan Inggris atau Amerika Serikat.

Baca Juga: Libatkan 5.000 prajurit, Jepang-AS mulai gelar latihan militer bersama

Dalam pengembangannya, Kementerian Pertahanan Jepang akan membaginya dalam tiga tahap berbeda. Dimulai dari membuat pesawat yang dikendalikan dari jarak jauh, kemudian satu pesawat berawak mengendalikan beberapa drone, berikutnya baru merancang skuadron yang sepenuhnya otonom.

Sebagai tambahan, Jepang juga berencana untuk mengembangkan jet tempur berawak baru pada tahun 2035 mendatang. Jet temput yang masih misterius ini digadang-gadang akan menjadi jet tempur terbaik buatan Jepang.

Anggaran militer Jepang naik di 2021

Pada tanggal 21 Desember 2020 lalu, Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga menyetujui anggaran militer yang diajukan untuk tahun 2021. Anggaran belanja militer Jepang untuk tahun depan lagi-lagi naik dari tahun sebelumnya.

Reuters melaporakan bahwa Kementerian Pertahanan Jepang akan menerima dana hingga ¥ 5,34 triliun atau setara dengan US$ 51,7 miliar untuk tahun depan, dimluai dari bulan April.

Baca Juga: Patroli udara gabungan Rusia-China terlihat melintasi wilayah laut Jepang

Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Terbaru