kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.800.000   35.000   1,27%
  • USD/IDR 17.668   -8,00   -0,05%
  • IDX 6.095   -223,56   -3,54%
  • KOMPAS100 805   -27,79   -3,34%
  • LQ45 616   -14,28   -2,26%
  • ISSI 214   -11,19   -4,97%
  • IDX30 352   -8,00   -2,22%
  • IDXHIDIV20 439   -9,68   -2,16%
  • IDX80 93   -3,02   -3,15%
  • IDXV30 121   -3,14   -2,53%
  • IDXQ30 115   -2,35   -2,00%

Jepang hanya izinkan 78.000 pendamping atlet luar negeri selama Olimpiade Tokyo


Kamis, 20 Mei 2021 / 13:56 WIB
ILUSTRASI. Logo Olimpiade Tokyo 2021.


Sumber: Kyodo | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - TOKYO. Pemerintah Jepang resmi memotong jumlah pendamping atlet luar negeri yang berlaga di Olimpiade Tokyo pada Juli mendatang. Jumlah yang diizinkan kini hampir separuh dari rencana awal.

Pengurangan jumlah ini tentunya terkait dengan upaya pencegahan di tengah pandemi Covid-19 yang masih melanda dunia. Jepang juga cukup kesulitan mengatasi krisis tersebut di dalam negeri.

Penyelenggaraan Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo pada Kamis (20/5) mengumumkan pembatasan pendamping itu setelah tahun lalu menargetkan bisa mengundang hingga 180.000 orang.

Dikutip dari Kyodo, pekan lalu CEO Badan Penyelenggara Olimpiade Tokyo Toshiro Muto mengatakan, jumlahnya akan dipangkas menjadi 90.000 atau kurang. Kini, jumlah pastinya ada di angka 78.000.

Meskipun pendamping dipangkas, jumlah atlet Olimpiade dan Paralimpiade tetap, tidak berubah sekitar 15.000. Sementara jumlah perwakilan federasi olahraga, staf, dan jurnalis yang berkunjung bisa saja dikurangi dalam perkembangan lebih lanjut.

Baca Juga: PM Jepang: Olimpiade Tokyo bukan prioritas

Sebelum pengurangan ini diumumkan, panitia telah meminta badan-badan seperti komite Olimpiade nasional dan federasi olahraga internasional untuk mengurangi jumlah orang yang masuk ke Jepang.

"Jumlah akhirnya mungkin sangat kecil jika kita mempertimbangkan orang-orang penting yang tanpa mereka Olimpiade tidak dapat berlangsung," ungkap Muto, mengindikasikan kemungkinan pengurangan kembali.

Muto juga mengisyaratkan kemungkinan pemotongan lebih lanjut, tergantung pada situasi pandemi global dan nasional.

Jepang kini dihadapkan pada gelombang keempat infeksi virus corona. Bersamaan dengan itu, gelombang protes menolak Olimpiade juga bermunculan karena masyarakat khawatir masuknya orang dari luar negeri bisa memperburuk situasi.

Selain pengurangan pendamping dan perwakilan negara, Olimpiade Tokyo yang akan dimulai pada 23 Juli nanti juga akan diadakan tanpa penonton dari luar negeri.

Selanjutnya: Masyarakat, Atlet Hingga Bankir di Jepang Menolak Penyelenggaraan Olimpiade Tokyo




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×