kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.097   17,00   0,09%
  • IDX 5.439   51,35   0,95%
  • KOMPAS100 703   6,01   0,86%
  • LQ45 547   2,49   0,46%
  • ISSI 186   3,05   1,66%
  • IDX30 306   1,13   0,37%
  • IDXHIDIV20 403   3,67   0,92%
  • IDX80 81   0,56   0,70%
  • IDXV30 112   1,52   1,37%
  • IDXQ30 102   0,58   0,58%

Jepang umumkan darurat corona dan luncurkan paket stimulus US$ 990 miliar


Senin, 06 April 2020 / 17:28 WIB
ILUSTRASI. Japan's Prime Minister Shinzo Abe takes off his face mask as he arrives to speak to the media on Japan's response to the coronavirus disease (COVID-19) outbreak, at his official residence in Tokyo, Japan, April 6, 2020. REUTERS/Issei Kato


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

Tekanan untuk mengumumkan darurat corona terus meningkat terhadap pemerintahan Abe, kendati Abe telah menyatakan keprihatinannya terkait desakan mengumumkan darurat corona yang terkesan buru-buru, sebab hal ini berdampak luas pada pembatasan pergerakan bisnis dan ekonomi di Negeri Sakura tersebut.

Abe juga mengatakan, pemerintah telah memutuskan meluncurkan stimulus 108 triliun yen, termasuk lebih dari 6 triliun yen untuk diberikan secara tunai kepada keluarga-keluarga di Jepang dan pelaku usaha kecil yang terdampak dan 26 triliun yen untuk memberikan biaya jaminan sosial serta pembayaran pajak yang ditangguhkan.

Belum jelas seberapa besar dari paket stimulus itu yang menjadi tanggungjawab pemerintah Jepang.

"Pemerintah ingin membantu bisnis melanjutkan dan melindungi pekerjaan," terang Abe.

Baca Juga: Kurosawa Kazuko, komedian Jepang positif terinfeksi virus corona

Keputusan Abe untuk mengumumkan darurat corona pada Selasa besok mendapat dukungan dari rakyat Jepang. Dalam jajak pendapat yang diterbitkan pada hari Senin ini oleh JNN, yang dilakukan penyiar TBS, 80% dari mereka yang disurvei mengatakan Abe harus menyatakan darurat corona. Sementara 12% lainnya menyatakan tidak perlu.

Kendati begitu, Direktur Institute for Public Health di King’s College, London,Kenji Shibuya, mengatakan, pengumuman keadaan darurat sudah terlambat karena peningkatan ledakan kasus corona di Tokyo.

"Seharusnya paling lambat diumumkan 1 April," katanya.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×