kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45700,06   2,33   0.33%
  • EMAS938.000 -0,85%
  • RD.SAHAM 0.36%
  • RD.CAMPURAN 0.15%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.14%

Jerman jadi negara tujuan imigran terbesar kedua di dunia


Minggu, 22 September 2019 / 21:18 WIB
Jerman jadi negara tujuan imigran terbesar kedua di dunia
ILUSTRASI. ilustrasi imigran

Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JERMAN tercatat sebagai negara tujuan terbesar kedua bagi migran dari seluruh dunia. Sementara posisi teratas masih diduduki Amerika Serikat (AS).

Hal itu, terungkap dalam hasil laporan terbaru Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi atau The Organization for Economic Co-operation and Development (OECD)

OECD dalam laporan mengatakan, secara keseluruhan negara-negara anggotanya di Eropa telah menerima lebih banyak migran permanen dibandingkan AS.

Baca Juga: Ponsel lipat Huawei Mate X akan meluncur Oktober mendatang

"Namun demikian, AS tetap menjadi negara tujuan terbesar bagi para migran dan diikuti oleh Jerman," tulisnya seperti dikutip DW.com, Minggu (22/9).

Sepanjang 2018, migrasi di 36 negara OECD naik 2% menjadi 5,3 juta dibandingkan tahun sebelumnya. Sebagian besarnya merupakan anggota keluarga dari pekerja migran.

Meskipun ada peningkatan dalam migrasi pekerja dan keluarga, namun OECD mencatat terjadi penurunan dalam migrasi kemanusiaan atau para pengungsi yang melarikan diri dari konflik. Jumlah permohonan suaka turun tajam.

Pada puncak krisis migrasi Eropa tahun 2015, hampir 900.000 migran memasuki Jerman di bawah kebijakan pintu terbuka yang dilancarkan Kanselir Jerman Angela Merkel. Ketika itu, kebanyakan yang datang adalah pencari suaka. Namun sejak itu, angka migrasi kemanusiaan itu terus menurun.

Baca Juga: IMF: Resesi global masih jauh!

OECD menilai penurunan migrasi ke Jerman terutama dapat dikaitkan dengan penurunan migran kemanusiaan itu. Migrasi ke Rumania tercatat mengalami kenaikan yakni bertambah 8.300. Sedangkan aliran migrasi pengungsi Suriah ke Jerman berkurang sebesar 103.000.




TERBARU
Terpopuler

Close [X]
×