kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.713.000   -20.000   -0,73%
  • USD/IDR 17.990   31,00   0,17%
  • IDX 5.899   -3,11   -0,05%
  • KOMPAS100 783   0,24   0,03%
  • LQ45 590   0,83   0,14%
  • ISSI 202   0,42   0,21%
  • IDX30 336   0,72   0,21%
  • IDXHIDIV20 415   1,61   0,39%
  • IDX80 88   0,11   0,12%
  • IDXV30 111   0,34   0,31%
  • IDXQ30 108   0,41   0,38%

Jika gagal capai kesepakatan dengan AS, Turki siap beli jet tempur Rusia


Senin, 18 Oktober 2021 / 23:05 WIB


Sumber: TASS | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - ANKARA. Turki siap mempertimbangkan untuk membeli jet tempur Su-35 dan Su-57 buatan Rusia, jika gagal mencapai kesepakatan pengiriman jet tempur F-16 dengan AS, Kepala Industri Pertahanan Turki Ismail Demir mengatakan, Senin (18/10).

“Jika Amerika Serikat tidak menyetujui kesepakatan F-16 setelah situasi dengan jet tempur F-35, Turki tidak akan dibiarkan tanpa alternatif. Jet tempur Su-35 dan Su-57 bisa muncul lagi kapan saja," kata Demir kepada NTV, seperti dikutip TASS.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan pada Minggu (17/10), AS mungkin menjual jet tempur F-16 ke Turki setelah keputusan Washington untuk mengecualikan Ankara dari program pengembangan jet tempur generasi kelima F-35.

Baca Juga: Gagal dapatkan F-35, Turki kini merayu AS untuk bisa dapatkan F-16

AS mengeluarkan Turki dari program tersebut, menyusul pembelian sistem rudal pertahanan S-400 Rusia oleh Ankara.

Reuters melaporkan pada Minggu (17/10), Turki telah mengajukan permintaan ke AS untuk membeli 40 jet tempur F-16 dan memodernisasi sekitar 80 jet tempur F-16 yang saat ini beroperasi di Angkatan Udara Turki.

Moskow dan Ankara menandatangani kesepakatan pada 2017 tentang pengiriman sistem pertahanan udara S-400 buatan Rusia ke Turki, sehingga menjadikannya anggota NATO pertama yang membeli rudal anti-pesawat itu dari negeri beruang merah.

Keputusan Ankara untuk membeli sistem pertahanan udara buatan Rusia itu membuat marah AS dan NATO. 

Selanjutnya: Erdogan: Pembelian rudal S-400 dari Rusia sepadan dengan ketegangan sama AS




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×