kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Jika lockdown gagal, muncul potensi gelombang III corona sebesar tsunami di Malaysia


Kamis, 19 Maret 2020 / 06:39 WIB
ILUSTRASI. Panic buying masih melanda Malaysia. REUTERS/Lim Huey Teng


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

“Ini jelas bukan maksud dari perintah gerakan. Itu bertentangan dengan konsep jarak sosial,” katanya kepada The Star.

Mantan wakil direktur jenderal kesehatan, Prof Datuk Dr Lokman Hakim Sulaiman, mengatakan rencana MCO dan implementasinya tidak dipikirkan dengan baik, dieksekusi dengan buruk, sementara orang-orang tampaknya tidak memahami apa yang disyaratkan oleh perintah dan bagaimana itu akan membantu mengendalikan penyebaran dari Covid-19.

Baca Juga: Malaysia lockdown akibat corona, Singapura makin dekati jurang resesi?

Dia mengatakan di akhir penahanan, pelacakan kontak, isolasi dan karantina masih merupakan strategi utama selain jarak sosial, termasuk jarak sosial besar-besaran yang diperlukan oleh MCO.

“Dengan MCO, seharusnya memfasilitasi pelacakan kementerian dari semua peserta tabligh yang belum dilacak, dan untuk melacak kontak baru dari mereka yang dinyatakan positif, yang mencapai ratusan setiap hari. Sekarang dengan eksodus, lebih banyak yang keluar setelah pengumuman polisi terbaru dan menambah beban bagi staf kementerian," kata Dr. Lokman.

Baca Juga: Peringatan WHO: Asia Tenggara sedang menuju ke arah penularan komunitas dari corona




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×