Joe Biden Akan Selidiki Lebih Lanjut Insiden Ledakan Rudal di Polandia

Rabu, 16 November 2022 | 17:12 WIB   Reporter: Muhammad Julian
Joe Biden Akan Selidiki Lebih Lanjut Insiden Ledakan Rudal di Polandia

ILUSTRASI. Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden memastikan akan menyelidiki lebih lanjut insiden ledakan rudal Polandia.


KONTAN.CO.ID - NUSA DUA. Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden memastikan bakal menyelidiki lebih lanjut apa yang sebenarnya terjadi dalam insiden ledakan rudal Polandia. Orang nomor satu di negara yang memiliki pengaruh dalam keanggotaan G7 dan NATO tersebut belum mengonfirmasi apakah sudah ada usulan dari pihak Polandia untuk mengimplementasikan ‘hak pembelaan diri’ yang dimuat dalam Piagam NATO.

“Konsensusnya kami akan mengadakan pertemuan di antara para ambasador, kelihatannya itu yang akan kami lakukan selanjutnya,” tutur Biden d Hotel Grand Hyatt, Bali pada Rabu (16/11) sebagaimana dimuat dalam laman resmi Gedung Putih.

NATO aliansi keamanan tempat Polandia bernaung, menganut sistem pertahanan kolektif. Artikel 5 Piagam NATO menyebutkan, para pihak NATO setuju bahwa serangan bersenjata kepada salah satu atau beberapa dari mereka di Eropa atau Amerika Utara akan dilihat sebagai penyerangan atas mereka semua.

“Sebagai konsekuensinya, para pihak bersepakat bahwa dalam serangan bersenjata tersebut terjadi, masing-masing dari pihak dalam rangka menggunakan hak individual-kolektif untuk membela diri sebagaimana diakui dalam Artikel 51 Piagam PBB, akan membantu pihak yang diserang dengan segera mengambil tindakan yang dirasa perlu baik secara individual atau bersama-sama,” demikian tulis Artikel 5 Piagam NATO tersebut.

Sebelumnya, sebagaimana  diwartakan dalam pemberitaan daring The Washington Post, serangan rudal telah menewaskan dua orang di Przewodów, sebuah desa kecil yang berlokasi sekitar 6,4 kilometer dari perbatasan dengan Ukraina baru-baru ini, berdasarkan pemberitaan media di Polandia.

Serangan misil yang meledak di wilayah kedaulatan salah satu anggota The North Atlantic Treaty Organization (NATO) tersebut telah menimbulkan kebingungan.

Pernyataan Kementerian Luar Negeri Polandia sempat mengidentifikasi misil tersebut sebagai senjata buatan Rusia. Sementara Presiden Polandia Andrzej Duda mengeluarkan pernyataan yang lebih hati-hati dengan mengatakan bahwa senjata tersebut “mungkin” dibuat oleh Rusia, namun masih perlu ada verifikasi lebih lanjut untuk mengetahui dari mana serangan senjata tersebut berasal.

“Kami bertindak dengan tenang,” ujar Duda seperti dilansir dari pemberitaan daring The Washington Post. “Ini adalah situasi yang sulit,” tambahnya lagi.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Rusia, seperti diwartakan BBC menegaskan bahwa pihaknya bertanggung jawab atas serangan rudal yang menewaskan dua orang di Polandia.

Juru bicara Kremlin, Dmitry Preskov berujar, ia tidak memiliki informasi soal ledakan rudal tersebut. Kantor berita di Rusia, RIA Novosti, malah menyebutkan bahwa misil yang meledak di wilayah kedaulatan Polandia merupakan misil dari Ukraina.

Joe Biden sendiri sebelumnya telah mengadakan pertemuan darurat dengan negara-negara G7. Menurut Biden, dirinya telah menyampaikan informasi singkat kepada mereka soal hasil diskusinya dengan Presiden Duda dan Sekretaris Jenderal NATO, Stoltenberg.

Meski begitu, Biden sementara ini meragukan tuduhan yang saat ini dialamatkan kepada Rusia tersebut.

“Ada informasi awal yang menegasikan tuduhan itu. Saya tidak mau berkomentar sampai kami selesai menginvestigasi insiden ini. Namun, secara selintas, sepertinya tuduhan bahwa serangan senjata rudal berasal dari Rusia meragukan,” tuturnya.

 

Editor: Khomarul Hidayat

Terbaru