kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.629.000   26.000   1,00%
  • USD/IDR 17.947   -95,00   -0,53%
  • IDX 6.351   31,53   0,50%
  • KOMPAS100 835   3,22   0,39%
  • LQ45 634   -1,22   -0,19%
  • ISSI 220   1,96   0,90%
  • IDX30 356   -1,18   -0,33%
  • IDXHIDIV20 435   -3,83   -0,87%
  • IDX80 95   0,21   0,22%
  • IDXV30 120   -0,51   -0,42%
  • IDXQ30 113   -0,52   -0,45%

Joe Biden menyayangkan sikap tentara Afghanistan yang enggan memerangi Taliban


Selasa, 17 Agustus 2021 / 12:10 WIB
ILUSTRASI. Presiden AS Joe Biden menunduk saat memberikan pidato tentang upaya penarikan berkelanjutan pemerintah di Afghanistan dari Ruang Timur Gedung Putih di Washington, Amerika Serikat, Kamis (8/7/2021).


Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

Bukan cuma itu, Biden juga mengkritik kebijakan pendahulunya, Donald Trump, yang merundingkan kesepakatan dengan Taliban sehingga membuat kelompok tersebut lebih kuat secara militer sejak 2001.

AS dan sekutunya menginvasi Afghanistan setelah serangan 11 September 2001 di New York. Pasukan Paman Sam langsung menggulingkan Taliban yang saat itu berkuasa di Afghanistan dan dianggap menjadi rumah gerilyawan Al Qaeda, dalang di balik serangan tersebut.

Sejak saat itu ribuan tentara AS telah berperang dan kehilangan nyawanya di Afghanistan. Setelah 20 tahun berada di sana, Biden resmi mengakhiri misi militer di Afghanistan untuk menghentikan perang.

Selanjutnya: Rusia menyebut Kabul kini lebih aman di bawah kendali Taliban




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×