kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.679.000   50.000   1,90%
  • USD/IDR 17.910   -29,00   -0,16%
  • IDX 6.410   65,94   1,04%
  • KOMPAS100 845   12,09   1,45%
  • LQ45 640   9,44   1,50%
  • ISSI 222   2,82   1,29%
  • IDX30 359   5,14   1,45%
  • IDXHIDIV20 438   4,81   1,11%
  • IDX80 96   1,44   1,52%
  • IDXV30 120   0,97   0,81%
  • IDXQ30 114   1,39   1,23%

Joe Biden: Militer AS akan tetap hadir di kawasan Indo-Pasifik!


Minggu, 02 Mei 2021 / 12:00 WIB


Sumber: Sputnik News | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menegaskan kembali bahwa AS akan setia untuk hadir di kawasan Indo-Pasifik saat berbicara di hadapan Kongres hari Rabu (28/4), 

Menurut sang presiden, AS akan mempertahankan kehadiran militer yang kuat di kawasan Indo-Pasifik seperti halnya NATO di Eropa. Biden bahkan mengakui telah menyampaikan secara langsung niat AS tersebut ke Presiden China, Xi Jinping.

"Saya juga memberi tahu Presiden Xi bahwa kita akan mempertahankan kehadiran militer yang kuat di Indo-Pasifik seperti yang kami lakukan dengan NATO di Eropa, bukan untuk memulai konflik, tetapi untuk mencegah konflik," ungkap Biden, seperti dikutip Sputnik News.

Biden menegaskan bahwa AS akan menentang perdagangan yang tidak adil, yang berdampak pada kepentingan pekerja dan perusahaan AS.

Baca Juga: China ke AS: Kompetisi haruslah balapan di trek, bukan duel sampai mati

Sebagai kekuatan global, AS akan memastikan bahwa negara lain, termasuk China, bermain dengan aturan yang sama dalam ekonomi global seperti AS.

Biden juga mengungkapkan keyakinannya bahwa AS sedang bersaing dengan China dan beberapa negara lain untuk memperebutkan kepemimpinan di abad ke-21.

"Amerika sedang bergerak maju, tapi kita tidak bisa berhenti sekarang. Kita bersaing dengan China dan negara lain untuk memenangkan abad ke-21. Kita ada di titik perubahan yang besar dalam sejarah," lanjut Biden.

Akan tetap menantang China

Biden yang baru mulai menjabat pada Januari lalu telah berulang kali menunjukkan arah kebijakannya terhadap China, yang pada dasarnya adalah menantang sejumlah manuver China.

Baca Juga: Belum pernah terjadi, China tugaskan tiga kapal perang di Laut China Selatan

Beberapa isu masih menjadi sorotan, seperti situasi hak asasi manusia di Hong Kong dan etnis Uighur di Xinjiang. AS juga menyoroti dugaan keterlibatan China dalam serangan dunia maya dan pencurian kekayaan intelektual di tanah AS.

Kedaulatan di Laut China Selatan juga masih menjadi fokus utama AS sehingga bertekad untuk tetap hadir di kawasan Indo-Pasifik.

Klaim teritorial China di kawasan tersebut tumpang tindih dengan klaim beberapa negara lain, yang beberapa di antaranya punya hubungan dekat dengan AS.

Bertahun-tahun AS memandang Laut China Selatan sebagai jalur air internasional dan mengirim kapal perang untuk secara rutin berpatroli di kawasan itu untuk mengkampanyekan kebebasan navigasi, menolak monopoli oleh China.

Selanjutnya: Xi Jinping: China tidak mengejar hegemoni dan perlombaan senjata




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×