kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.895   37,00   0,21%
  • IDX 6.092   -24,87   -0,41%
  • KOMPAS100 795   0,52   0,07%
  • LQ45 599   -0,32   -0,05%
  • ISSI 212   -1,15   -0,54%
  • IDX30 339   -0,22   -0,06%
  • IDXHIDIV20 414   -1,79   -0,43%
  • IDX80 90   0,00   0,00%
  • IDXV30 111   -0,64   -0,57%
  • IDXQ30 108   -0,07   -0,07%

Jumlah Korban Tewas Akibat Minuman Keras di India Meningkat


Sabtu, 22 Juni 2024 / 17:27 WIB
ILUSTRASI. v. REUTERS/Peter Nicholls/File Photo


Sumber: Channelnewsasia.com | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - NEW DELHI. Jumlah korban tewas akibat tragedi minuman keras yang terkontaminasi di negara bagian Tamil Nadu, India selatan, telah meningkat menjadi 54 orang, dengan lebih dari 100 orang masih dirawat di rumah sakit, kata seorang pejabat pemerintah pada hari Sabtu (22 Juni).

Sejak hari Rabu, hampir 200 orang telah dirawat karena muntah-muntah, sakit perut, dan diare setelah mengonsumsi minuman keras yang terkontaminasi metanol di distrik Kallakurichi, sekitar 250 km dari Chennai, ibu kota negara bagian.

Aparat penegak hukum yang menyelidiki kejadian tersebut telah menangkap tujuh orang, ungkap M.S. Prasanth, seorang pejabat senior di distrik tersebut, sambil menambahkan bahwa langkah-langkah lebih lanjut akan diambil terhadap para penjual dan pembuat minuman keras di wilayah tersebut.

Baca Juga: Gelombang Panas Menewaskan Puluhan Orang di New Delhi India

Kematian akibat minuman keras ilegal, sering disebut sebagai minuman keras desa, adalah kejadian yang sering terjadi di India di mana minuman bermerk jarang tersedia dan sulit dijangkau oleh banyak orang.

Pemerintah negara bagian telah menyatakan bahwa mereka sedang melakukan upaya untuk mengidentifikasi mereka yang terlibat dalam produksi metanol, sebuah bahan kimia beracun yang biasanya digunakan dalam industri.




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×