kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.723.000   -27.000   -0,98%
  • USD/IDR 17.771   30,00   0,17%
  • IDX 6.522   116,06   1,81%
  • KOMPAS100 849   15,70   1,88%
  • LQ45 641   8,52   1,35%
  • ISSI 230   4,91   2,18%
  • IDX30 358   4,21   1,19%
  • IDXHIDIV20 437   4,93   1,14%
  • IDX80 97   1,66   1,75%
  • IDXV30 122   1,89   1,57%
  • IDXQ30 114   1,08   0,96%

Kabar gembira dari Pfizer, calon vaksin Covid-19 yang dikembangkan aman!


Jumat, 18 September 2020 / 06:16 WIB
ILUSTRASI. FILE PHOTO: The Pfizer logo is seen at their world headquarters in New York, U.S. April 28, 2014. REUTERS/Andrew Kelly/File Photo


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie, Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Pfizer, salah satu perusahaan pelopor dalam pencarian vaksin Covid-19, mengatakan vaksin kandidatnya terlihat aman. Pfizer berharap bisa memiliki data bulan depan tentang seberapa baik kandidat vaksin mereka bisa melindungi orang dari virus corona.

Melansir USA Today, CEO Pfizer Albert Bourla mengatakan pada hari Selasa bahwa dia sengaja mengungkapkan lebih banyak informasi tentang kandidat vaksin Covid-19 daripada tentang vaksin lain yang sedang dikembangkan. Alasannya, dia ingin prosesnya terbuka dan transparan.

“Transparansi adalah suatu keharusan, terutama mengingat situasi saat ini dan politisasi vaksin tersebut,” ujarnya dalam tanya jawab dengan wartawan.

Pfizer mengatakan pada hari Sabtu bahwa mereka memperluas uji coba vaksin dari sebelumnya 30.000 menjadi 44.000 orang dengan memasukkan remaja, usia 16-18, serta orang dengan penyakit seperti HIV dan hepatitis A, B atau C. 

Baca Juga: Sekelompok negara kaya borong lebih dari 50% dosis vaksin virus corona

Pada Selasa (15/9/2020), Bourla mengatakan perluasan itu dilakukan karena vaksin yang dikembangkan tampak sangat aman, dan uji coba dapat diperluas tanpa menunda waktu penyelesaian.

Dalam data yang dirilis Selasa, perusahaan menunjukkan bahwa peserta - baik orang yang lebih muda dan warga lanjut usia - hanya mengeluhkan efek samping ringan, seperti sakit kepala dan nyeri lengan. 

Baca Juga: Ini efek samping uji coba kandidat vaksin corona milik Pfizer

Data tersebut mencakup sekitar 6.000 orang; beberapa yang menerima vaksin aktif dan yang lainnya menerima plasebo. Perusahaan yang mengembangkan vaksin yang disebut BNT162 itu, bekerja sama dengan pengembang vaksin Jerman BioNTech. Mereka tidak mengetahui peserta mana yang mendapatkan jenis vaksin yang mana.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×