kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.843   41,00   0,24%
  • IDX 8.265   -25,61   -0,31%
  • KOMPAS100 1.168   -3,76   -0,32%
  • LQ45 839   -2,54   -0,30%
  • ISSI 296   -0,31   -0,10%
  • IDX30 436   -0,20   -0,04%
  • IDXHIDIV20 521   0,94   0,18%
  • IDX80 131   -0,34   -0,26%
  • IDXV30 143   0,44   0,31%
  • IDXQ30 141   0,17   0,12%

Kabarnya, China bangun pusat komando krisis Hong Kong di dekat perbatasan


Selasa, 26 November 2019 / 16:28 WIB
Kabarnya, China bangun pusat komando krisis Hong Kong di dekat perbatasan
ILUSTRASI. seorang pemrotes tertidur di kampus Polytechnic University selama aksi protes di Hong Kong, 19 November 2019.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

Para kandidat pro-demokrasi memenangkan lebih dari 80% kursi, mengamankan posisi mayoritas untuk pertama kali, pasca melakukan kampanye yang menentang upaya intervensi China terhadap kebebasan di Hong Kong.

Dalam pernyataan di situs resminya, Selasa (26/11), Kantor Perwakilan Kementerian Luar Negeri China di Hong Kong menyebut laporan Reuters itu "salah". 

Baca Juga: Pemilihan berjalan aman, Pemerintah Hong Kong harap situasi damai tetap berlanjut

"Tidak peduli bagaimana situasi di Hong Kong berubah, tekad pemerintah China untuk menjaga kedaulatan nasional, keamanan, dan kepentingan pembangunan tidak tergoyahkan," kata mereka seperti dikutip Reuters.

Pernyataan itu juga mengatakan, China berkomitmen pada kebijakan "satu negara, dua sistem" yang mengatur urusan Hong Kong, dan menentang "kekuatan eksternal" yang ikut campur dalam urusan Hong Kong.

Kantor Urusan Dewan Hong Kong dan Makau serta Kantor Penghubung di Hong Kong tidak membalas permintaan komentar Reuters melalui faks. Sedang kantor Kepala Eksekutif Hong Kong Carrie Lam menolak berkomentar.




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×