Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - SEVILLE. Kafe di Spanyol mulai dibuka setelah angka kematian harian akibat wabah virus corona di negara tersebut turun ke level terendah dalam tujuh minggu.
Para pelayan kafe masih menggunakan topeng saat menyajikan kopi dan sandwich "bocadillo" di teras kafe di Seville pada hari Senin pagi, ketika pemerintah Spanyol mulai melonggarkan pembatasan di tengah pandemi virus corona yang melambat, yang menyebabkan jumlah kematian baru turun ke level terendah.
“Saya sangat senang, saya benar-benar ingin bekerja. Kami sudah tutup selama dua bulan," kata Marta Contreras, seorang pelayan di Seville pusat, tersenyum dari balik topengnya seperti dilansir Reuters, Senin (11/5).
Baca Juga: Rusia salip Italia dan Inggris pasca catat rekor kenaikan tertinggi penyebaran corona
Separuh dari 47 juta penduduk Spanyol mulai merasa lega setelah menjalani karantina yang dikenal sebagai lockdown terketat di Eropa pada hari Senin, setelah pemerintah memutuskan bahwa daerah tempat mereka tinggal memenuhi kriteria yang diperlukan untuk mendapat pelonggaran.
Namun kota-kota seperti Madrid dan Barcelona, yang sangat terpukul pandemi ini, masih belum menikmati pelonggaran tersebut. Sejumlah kafe masih tertutup di alun-alun Puerta del Sol yang biasanya penuh sesak di ibukota.
Data Kementerian Kesehatan Spanyol menunjukkan bahwa angka kematian harian turun menjadi 123 para hari Senin dari 143 pada hari Minggu, sehingga jumlah total kematian akibat pandemi corona menjadi 26.744 dan menjadi salah satu negara paling parah di dunia.
Ini merupakan angka kematian terendah dalam tujuh minggu, setelah sempat mencapai rekor 950 kematian dalam sehari pada awal April.
Baca Juga: Jepang susun anggaran ekstra kedua untuk memerangi dampak wabah corona
Ibadah di Gereja kembali dilanjutkan dengan kapasitas dan kursi yang terbatas. Bangku-bangku diletakkan di dalam gereja agar umat beriman dapat menjaga jarak 2 meter.
Di bawah relaksasi lockdown, diperbolehkan berkumpul hingga 10 orang dan diizinkan untuk bergerak bebas di sekitar provinsi mereka.
Sejumlah bisnis mulai beroperasi setelah operasional mereka mengalami kelumpuhan yang cukup lama dan banyak yang mengaku mereka menderita kerugian.
"Kami hanya dapat menyampaikan terima kasih kepada pemilik tempat yang mengurangi biaya sewa kami secara signifikan dan atas dukungan staf kami yang rela kehilangan sebagian upah mereka untuk mulai bekerja," kata Jose Manuel, pemilik sebuah kafe di Seville.
Pemilik kafe lain, Ramon mengatakan, keuangan mereka saat ini tengah sulit. "Kita akan lihat, kita akan mengatasinya sedikit demi sedikit ... Saya belum akan untung, tapi oh well, saya menjalankan bisnis jadi di sinilah saya, ” ujarnya.
Baca Juga: Maskapai tertua kedua di dunia, Avianca, ajukan kebangkrutan akibat wabah corona
Sementara di daerah yang mulai memenuhi syarat pelonggaran lockdown, termasuk sebagian besar Andalusia, daerah terpadat di Spanyol, serta kepulauan Canary dan Balearic, sejumlah bar, restoran, toko, museum, pusat kebugaran dan hotel telah diizinkan mulai dibuka, sebagian besar dengan kapasitas yang dikurangi.
Tetapi di Madrid, Barcelona dan kota-kota lain termasuk Valencia, Malaga dan Granada masih tetap berada di fase zero kebebasan, telah menganggu pemerintah daerah untuk mengatasi himpitan ekonomi akibat lockdown berkepanjangan.
Fernando Simon, kepala koordinator darurat kesehatan, menyerukan kehati-hatian untuk menghindari wabah corona kembali menginfeksi warga.
Baca Juga: Terdampak corona, perusahaan ritel Stage Store asal AS ajukan pailit
"Kami berada dalam situasi yang sangat positif tetapi ini adalah fase yang sangat sulit di mana jika kami tidak melakukan hal yang benar, kami bisa berakhir dalam situasi (rebound) seperti yang terjadi di Korea Selatan atau Jerman," ucapnya.