kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.703.000   40.000   1,50%
  • USD/IDR 16.938   21,00   0,12%
  • IDX 9.086   10,89   0,12%
  • KOMPAS100 1.258   2,17   0,17%
  • LQ45 891   1,47   0,17%
  • ISSI 331   0,54   0,16%
  • IDX30 455   2,21   0,49%
  • IDXHIDIV20 539   5,43   1,02%
  • IDX80 140   0,17   0,12%
  • IDXV30 149   1,69   1,15%
  • IDXQ30 146   0,87   0,60%

Kanada cabut kewarganegaraan kehormatan Aung San Suu Kyi


Senin, 01 Oktober 2018 / 06:02 WIB
Kanada cabut kewarganegaraan kehormatan Aung San Suu Kyi
ILUSTRASI. Aung San Suu Kyi


Sumber: DW.com | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - DW. Parlemen Kanada pada hari Kamis (27/09/18) memutuskan secara bulat untuk  mecoret pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi dari daftar warga negara kehormatan Kanada, yang diberikan pada 2007 atas jasanya dalam membangun demokrasi di Myanmar.

Usulan untuk mencopot kewarganegaraan Suu Kyi muncul setelah parlemen menyatakan dukungannya atas mosi yang mengakui krisis Rohingya di Myanmar sebagai "tindakan genosida".

"Pemerintah kami mendukung usulan  ini sebagai tanggapan atas kegagalannya menghentikan genosida Rohingya, kejahatan yang dilakukan oleh militer yang dengannya ia berbagi kekuasaan," kata Adam Austen, sekretaris pers untuk Menteri Luar Negeri Chrystia Freeland.

Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengatakan kepada wartawan pada hari Rabu (26/09/18) bahwa dia tidak menentang pencabutan kewarganegaraan Suu Kyi tetapi mengatakan hal itu tidak akan menyelesaikan krisis di Myanmar.

Kegagalan Suu Kyi untuk menghentikan penindasan brutal militer Myanmar dan kelompok Budha terhadap minoritas Muslim Rohingya telah mengundang kutukan dunia. Kepala hak asasi manusia PBB telah menggambarkan situasi ini sebagai "contoh nyata" tentang pembersihan etnis.

Lebih dari 700.000 orang Rohingya di Negara Bagian Rakhine utara Myanmar telah mengungsi  ke negara tetangga Bangladesh untuk menghindari kekerasan.

Pada 19 September, Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) menggelar penyelidikan awal mengenai eksodus massal Muslim Rohingya dari Myanmar ke Bangladesh.




TERBARU

[X]
×