kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Kanada cabut kewarganegaraan kehormatan Aung San Suu Kyi


Senin, 01 Oktober 2018 / 06:02 WIB
ILUSTRASI. Aung San Suu Kyi


Sumber: DW.com | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - DW. Parlemen Kanada pada hari Kamis (27/09/18) memutuskan secara bulat untuk  mecoret pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi dari daftar warga negara kehormatan Kanada, yang diberikan pada 2007 atas jasanya dalam membangun demokrasi di Myanmar.

Usulan untuk mencopot kewarganegaraan Suu Kyi muncul setelah parlemen menyatakan dukungannya atas mosi yang mengakui krisis Rohingya di Myanmar sebagai "tindakan genosida".

"Pemerintah kami mendukung usulan  ini sebagai tanggapan atas kegagalannya menghentikan genosida Rohingya, kejahatan yang dilakukan oleh militer yang dengannya ia berbagi kekuasaan," kata Adam Austen, sekretaris pers untuk Menteri Luar Negeri Chrystia Freeland.

Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengatakan kepada wartawan pada hari Rabu (26/09/18) bahwa dia tidak menentang pencabutan kewarganegaraan Suu Kyi tetapi mengatakan hal itu tidak akan menyelesaikan krisis di Myanmar.

Kegagalan Suu Kyi untuk menghentikan penindasan brutal militer Myanmar dan kelompok Budha terhadap minoritas Muslim Rohingya telah mengundang kutukan dunia. Kepala hak asasi manusia PBB telah menggambarkan situasi ini sebagai "contoh nyata" tentang pembersihan etnis.

Lebih dari 700.000 orang Rohingya di Negara Bagian Rakhine utara Myanmar telah mengungsi  ke negara tetangga Bangladesh untuk menghindari kekerasan.

Pada 19 September, Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) menggelar penyelidikan awal mengenai eksodus massal Muslim Rohingya dari Myanmar ke Bangladesh.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×