kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.800.000   35.000   1,27%
  • USD/IDR 17.675   -1,00   -0,01%
  • IDX 6.101   -217,28   -3,44%
  • KOMPAS100 806   -26,81   -3,22%
  • LQ45 617   -13,90   -2,20%
  • ISSI 215   -10,48   -4,65%
  • IDX30 353   -7,46   -2,07%
  • IDXHIDIV20 440   -8,79   -1,96%
  • IDX80 93   -2,93   -3,06%
  • IDXV30 121   -2,89   -2,33%
  • IDXQ30 115   -2,20   -1,87%

Kapal Perang AS transit di Selat Taiwan kurang sepekan setelah pemilu


Jumat, 17 Januari 2020 / 16:37 WIB
ILUSTRASI. Kapal perusak berpeluru kendali kelas Arleigh Burke, USS Mustin (DDG 89) transit dalam formasi dengan kapal Pasukan Bela Diri Jepang JS Kirisame (DD 104) selama pelatihan bilateral di Laut Cina Selatan pada 21 April 2015.


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

"Mungkin konsep ini terdengar sederhana, tetapi penting untuk mempertimbangkan signifikansinya dalam konteks saat ini," kata Christensen, direktur Institut Amerika di Taiwan.

“Beberapa menggunakan penutup persahabatan untuk mendominasi dan memanipulasi; menjanjikan saling menguntungkan tetapi sebaliknya memberikan pemerasan; mengekspor masalah daripada solusi, ”tambahnya.

Baca Juga: Iran mulai membalas AS, ini ringkasan pergerakan sejumlah instrumen investasi

Christensen mengatakan Amerika Serikat tahun ini akan berusaha untuk mendorong keterlibatan Taiwan di dunia, sesuatu yang sulit dilakukan pulau itu karena China menghalangi partisipasi Taiwan dalam sebagian besar organisasi internasional.

"Amerika Serikat dan Taiwan adalah anggota dari keluarga demokrasi yang sama," tambahnya.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×