Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
KONTAN.CO.ID - Beijing menunda rencana kunjungan pejabat senior Pentagon ke China di tengah tekanan terhadap Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait paket penjualan senjata senilai US$ 14 miliar atau setara dengan Rp 247 triliun (kurs Rp 17.650) untuk Taiwan. Kabar tersebut dilaporkan harian Financial Times pada Kamis (22/5/2026).
Reuters melaporkan, pejabat yang dimaksud adalah Wakil Menteri Pertahanan AS untuk Kebijakan, Elbridge Colby. Ia disebut telah membahas kemungkinan kunjungan ke Beijing pada musim panas dengan pejabat China.
Namun, China memberi sinyal bahwa kunjungan tersebut belum bisa disetujui sampai Trump memutuskan bagaimana langkah pemerintahannya terkait paket penjualan senjata ke Taiwan. Laporan itu mengutip sejumlah sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut.
Reuters belum dapat memverifikasi laporan Financial Times tersebut. Pentagon dan Kementerian Luar Negeri China juga belum memberikan komentar resmi di luar jam kerja.
Usai kunjungannya ke Beijing pekan lalu, Trump mengatakan dirinya belum memutuskan apakah akan melanjutkan penjualan senjata besar tersebut. Pernyataan itu memunculkan ketidakpastian mengenai dukungan AS terhadap Taiwan yang memiliki pemerintahan demokratis.
Trump juga mengatakan kepada wartawan pada Rabu bahwa dirinya akan berbicara dengan Presiden Taiwan Lai Ching-te. Langkah tersebut dinilai belum pernah dilakukan pemimpin AS sebelumnya dan berpotensi memperkeruh hubungan Washington dengan Beijing.
Baca Juga: Xi Jinping Dikabarkan Akan Kunjungi Korea Utara, Misi Rahasia Perdamaian Trump-Kim?
Sumber yang mengetahui masalah itu mengatakan kepada Reuters bahwa jadwal pembicaraan langsung antara Trump dan Lai hingga kini belum ditetapkan.
China selama ini menganggap Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya sendiri. Karena itu, komunikasi langsung tingkat tinggi antara AS dan Taiwan biasanya memicu kemarahan Beijing.
Pejabat pemerintahan AS menyebut Trump telah menyetujui lebih banyak penjualan senjata ke Taiwan dibanding presiden AS lainnya. Namun di sisi lain, Trump juga berulang kali memuji hubungannya dengan Presiden China Xi Jinping sebagai suatu yang “luar biasa.”
Berdasarkan hukum AS, Washington diwajibkan membantu Taiwan mempertahankan diri. Politisi Partai Republik maupun Demokrat juga mendesak pemerintahan Trump untuk tetap melanjutkan penjualan senjata tersebut.
Tonton: Xi-Putin Pamer Kemesraan Politik, Kerja Sama Energi hingga Pertahanan Diperkuat
Menteri Pertahanan Taiwan Wellington Koo pada Selasa mengatakan dirinya “cukup optimistis” terhadap kelanjutan penjualan senjata dari Amerika Serikat.
Tabel Relevan: Isu Penjualan Senjata AS ke Taiwan
| Pihak | Posisi | Kepentingan Utama | Dampak Potensial |
|---|---|---|---|
| Amerika | Pemasok senjata Taiwan | Menjaga pertahanan Taiwan dan pengaruh di Asia | Memicu ketegangan dengan China |
| China | Menolak dukungan militer ke Taiwan | Mengklaim Taiwan sebagai wilayahnya | Menekan hubungan diplomatik AS-China |
| Taiwan | Penerima bantuan senjata | Memperkuat pertahanan dari ancaman China | Ketergantungan keamanan pada AS |
| Donald Trump | Presiden AS | Menimbang hubungan dengan China dan Taiwan | Keputusannya dipantau Beijing |
| Xi Jinping | Presiden China | Menekan AS agar membatasi dukungan ke Taiwan | Menjaga klaim kedaulatan China |
| Elbridge Colby | Pejabat Pentagon | Menjalin komunikasi pertahanan dengan China | Kunjungannya terancam tertunda |













